Edisi 05-11-2016
OJK Ingatkan Waspadai Investasi Bodong


PASURUAN –Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan agar masyarakat mewaspadai tumbuh berkembangnya investasi ilegal (bodong). Masyarakat diminta untuk meneliti legalitas perizinan perusahaan yang menawarkan keuntungan di luar kewajaran.

“Masyarakat jangan raguragu untuk bertanya kepada OJK tentang keinginan untuk berinvestasi. Teliti dulu legalitas dan produk investasi yang ditawarkan. Jangan terburuburu untuk menanamkan investasi sebelum melakukan pengecekan,” kata Daniel Surya, Pimpinan OJK Malang, dalam diskusi publik Menciptakan Investasi Aman menuju Masyarakat Berdaya Saing Global.

Menurut Daniel Surya, seluruh produk investasi yang ditawarkan kepada masyarakat harus memiliki perizinan dari OJK. Jika tidak memiliki perizinan, produk investasi tersebut dipastikan ilegal. “Masyarakat jangan tergiur dengan keuntungan besar yang ditawarkan dalam waktu singkat.

Keuntungan investasi yang melebihi 5% dalam satu bulan, masyarakat sudah wajib curiga. Karena bunga bank hanya memberikan keuntungan sebesar 6,25% setiap tahunnya,” tandas Daniel Surya. Anggota Komisi XI DPR Mukhammad Misbakhun menyatakan, hingga saat ini tidak kurang dari 750 perusahaan yang tidak memiliki izin penyelenggaraan investasi berkembang di masyarakat.

Lembaga keuangan yang mengatasnamakan perbankan ini menawarkan kepada masyarakat dengan iming-iming keuntungan yang besar. “Tawaran yang tidak masuk akal ini sering menggunakan simbol agama dan ketokohan seseorang untuk membujuk calon nasabahnya. Keuntungan yang besar ini harus menjadi sinyal bagi masyarakat untuk waspada dan berhati-hati, sebelum menanamkan uangnya,” kata Misbakhun.

Menurutnya, masyarakat harus cerdas dalam menentukan pilihan investasi yang akan diikutinya. Karena saat ini banyak beredar lembaga investasi yang menawarkan keuntungan dalam jangka pendek, tetapi tidak menjalankan ketentuan dari OJK. “Sebagai calon investor, masyarakat harus cerdas.

Jangan hanya karena menggunakan simbol keagamaan, ketokohan seseorang, masyarakat mudah tergiur. Karena keuntungan investasi sangat tidak masuk akal jika keuntungannya melebihi aturan yang ditetapkan OJK,” tandas Misbakhun. Sementaraitu, akademisidari Universitas Brawijaya Malang Dr Nurul Badriyah Bayhaqi mengungkapkan, investasi yang ditanamkan baru bisa dipetik hasilnya dalam jangka waktu relatif panjang.

Karena modal yang ditanam masyarakat tersebut masih dipergunakan untuk kegiatan produksi yang membutuhkan waktu panjang. “Jika memiliki dana berlebih, pilihlah investasi yang memiliki visi-misi mengembangkan industri kecil dan berdaya saing global. Jika ada yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat, masyarakat wajib tidak percaya,” kata Nurul Badriyah.

arie yoenianto

Berita Lainnya...