Edisi 05-11-2016
Panwas Temukan APK Provokatif


YOGYAKARTA – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kota Yogyakarta menemukan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon wali kota - wakil wali kota bermuatan provokasi.

Rekomendasi penertiban APK dilayangkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta. “APK bermateri provokasi melanggar Peraturan KPU 12/2016. Sedikitnya ada di 10 titik, dan kemungkinan masih ada di lokasi lain,” kata anggota Panwas Kota Yogyakarta Divisi Penindakan Pelanggaran, Pilkeska Hiranurpika, kemarin.

APK yang melanggar itu di antaranya dipasang di Jalan Purwanggan Kecamatan Pakualaman, Jalan Wolter Mongonsidi Kecamatan Jetis, Simpang Tiga Jalan Tamansiswa, dan Simpang Empat Jalan Hayam Wuruk Kecamatan Danurejan. APK itu diduga dipasang sebelum jauh hari ada penetapan paslon oleh KPU oleh tim pendukung.

Pika menyebut materi APK yang bermateri provokasi dikhawatirkan akan memicu gesekan di lapangan. Anggota Panwas Kota Yogyakarta Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Iwan Ferdian Susanto menjelaskan, sesuai dengan peraturan KPU, APK seharusnya memuat gambar pasangan calon dan bukan satu orang, serta materi kampanyenya berisi visi misi paslon.

“Kami sudah mengirimkan imbauan kepada Dinas Ketertiban untuk menertibkan, juga ke partai politik, dan KPU. Tapi hingga kemarin spanduk itu masih terpasang,” jelasnya. Terpisah, Komisioner KPU Kota Yogyakarta Divisi Teknik, Aris Munandar mengaku belum mengetahui ada rekomendasi Panwas soal permintaan penertiban APK yang melanggar administrasi.

Namun demikian, meski paslon maupun timnya diberi kewenangan memasang APK secara mandiri maksimal 150% dari jumlah yang difasilitasi KPU, namun tetap harus sesuai dengan Peraturan KPU.

ristu hanafi

Berita Lainnya...