Edisi 05-11-2016
Penutupan Toko Jejaring Ilegal Tunggu Plt Wali Kota


YOGYAKARTA – Sedikitnya sepuluh toko jejaring tak berizin alias ilegal yang masih beroperasi di Kota Yogyakarta akan segera ditutup paksa oleh Dinas Ketertiban setempat.

Upaya penertiban tinggal menunggu surat perintah eksekusi dari kepala daerah. Kepala Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Nurwidihartana mengatakan, proses penertiban toko jejaring ilegal telah dilakukan sesuai mekanisme. Namun kesepuluh toko jejaring ilegal itu masih tetap nekat beroperasi meski telah diberi surat peringatan ketiga.

“Kami sudah kirim hasil telaah ke bapak Plt wali kota, jika disetujui, bisa langsung upaya paksa,” katanya, kemarin. Toko jejaring yang akan ditutup paksa itu diantaranya berada di di Jalan Batikan, Jalan Jogokaryan, Jalan Tri Tunggal, Jalan Glagahsari, Jalan Rejowinangun, Jalan Patangpuluhan, dan Jalan Kolonel Sugiyono.

Toko jejaring tersebut dipastikan tak mengantongi izin operasional mengingat Kota Yogyakarta melakukan pembatasan jumlah toko jejaring maksimal 52 unit. Dan jumlah tersebut sudah terpenuhi sejak tahun 2009. Pembatasan toko jejaring itu diatur dalam Peraturan Wali Kota 79/2010.

“Dulu sudah ada yang kami proses hingga surat peringatan ketiga. Kemudian kami membuat telaah kepada bapak wakil wali kota, namun belum ada tindak lanjut. Penutupan paksa harus mengantongi surat perintah eksekusi dari wakil wali kota sesuai SK 257/2012, sekarang kami ajukan telaah ulang ke plt wali kota karena wakil wali kota masuk masa cuti kampanye,” jelasnya.

Sementara itu Plt Wali Kota Yogyakarta, Sulistiyo mengaku tidak akan buru-buru dalam mengambil kebijakan. Menurutnya, hasil telaah tersebut akan dibahas bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak. “Jika nanti akan ada yang ditutup, maka pihak yang akan ditutup juga harus bisa memahaminya.”


ristu hanafi

Berita Lainnya...