Edisi 05-11-2016
Tak ada Kampanye Saat Hari Libur Nasional


KULONPROGO– Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kulonprogo akhirnya membuat jadwal kampanye. Setiap pasangan calon (paslon) diberian kesempatan melakukan sekali kampanye terbuka.

Saat hari libur nasional, juga disepakati tidak ada kampanye. “Setiap paslon diberikan kesempatan 48 hari, mulai besok (hari ini),” jelas Panggih Widodo, Anggota KPUD Kulonprogo dalam rapat pleno jadwal kampanye di aula KPUD Kulonprogo, kemarin. Ikut hadir dalam rapat ini kedua tim sukses pasangan calon, dan disaksikan Panwas.

Dalam rapat ini juga disepakati, untuk membuat satu zona saja. Sehingga setiap hari hanya ada satu pasangan calon yang berhak kampanye di 12 kecamatan. Pertimbangan satu zona ini untuk menghindari adanya gesekan antar pendukung saat berangkat dan pulang menghadiri kampanye.

Selain itu, dalam jadwal kampanye yang dibuat, juga menyepakati libur kampanye pada hari Nasional. Yakni pada 12 Desember, saat mauled Nabi, 25 Desember saat Natal dan 1 Januari saat Tahun baru. “Jadi jadwal yang ada bergiliran, dan dibagi sama. Dan tiga hari,” jelasnya.

Ketua tim kampanye pasangan Zuhadmono Azhari- BRAy Iriani Pramastuti (Hadir), Yusron Martofa mengatakan, kampanye saat ini masih sebatas perkenalan dengan masyarakat. Silaturahmi dengan masyarakat dilakukan melalui pengajian dan pertemuan terbatas.

Khusus untuk kampanaye terbuka nantinya akan dilakukan di akhir masa kampanye. Mereka akan mendatangkan tokoh-tokoh nasional untuk turun di Kulonprogo. “Pasti ada dari artis, dan tokoh nasional. Hanya siapa masih akan dirapakan,” jelasnya. Hal senada juga disampaikan tim dari pasangan Hasto Wardoyo-Sutedjo (Sehat), Ponimin Budi Hartono.

Menurutnya, tim siap tunduk dan memenuhi aturan yang ada. Apalagi saat ini paslon dan tim justru lebih banyak menghadiri undangan warga. “Nanti Megawati, Zulkifli Hasan, Setya NOvanto dan juga beberapa artis Seperti Eko Patrio akan kita datangkan untuk mendongrak suara,” jelansya.

Dana Kampanye Makismal Rp6,8 Miliar.

Sementara itu Ketua KPUD Kulonprogo M Isnaini mengatakan dalam pleno jadwal kampanaye juga disepakati dana maksimal penyelenggaraan kampanye sebesar Rp6,8 miliar. Dana ini harus dilaporkan ke KPUD dan nantinya akan dilakukan audit oleh auditor independent.

Kuntadi

Berita Lainnya...