Edisi 05-11-2016
Pelindo 1 Incar Layanan Kapal Pandu di Selat Malaka


MEDAN - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 akan mengejar peluang kapal pandu di kawasan Selat Malaka. Pasalnya, selama ini bisnis kapal pandu di kawasan Selat Malaka itu hanya dikuasai Malaysia dan Singapura.

Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pelindo 1, M Hamied Wijaya mengungkapkan, Pelindo 1 memiliki peluang besar dalam memanfaatkan fasilitas kapal pandu untuk puluhan kapal besar yang melintasi kawasan Selat Malaka. Setiap kapal yang melintasi kawasan Selat Malaka tersebut harus dipandu dengan kapal pandu. Sayangnya, peluang itu hanya bisa dimanfaatkan Malaysia dan Singapura.

“Selama ini, layanan kapal pandu itu dipegang Malaysia dan Singapura. Selama 10 tahun terakhir ini, kita terus berupaya untuk bisa mendapatkan peluang layanan kapal pandu untuk memandu kapal yang hilir mudik di Selat Malaka,” paparnya kepada KORAN SINDO MEDAN di Kantor Pusat Pelindo 1, Jalan Krakatau, Medan. M Hamied Wijaya menjelaskan, potensi bisnis dari kapal pandu itu sangat besar.

Per sekali pandu untuk satu kapal sekitar Rp400 juta. Dalam satu minggu, Pelindo 1 berpeluang mendapatkan 5 kapal untuk dipandudikawasankerjaPelindo1. “Kapal pandu Pelindo 1 bisa memandu kapal-kapal besar yang ukurannya tiga kali lapangan bola dari wilayah kerja Pelindo 1. Peluang bisnisnya lumayan. Per satu kapal itu bisa mencapai Rp400 juta per sekali pandu selama kurang lebih 8 jam,” jelasnya.

M Hamied Wijaya menyebutkan, Pelindo 1 telah bekerja dengan sangat baik untuk meningkatkan pendapatanya dari seluruh wilayah kerjanya yang meliputi 4 provinsi di antaranya Aceh, Sumut, RiaudanKepulauan Riau. Dari 4 provinsi itu, Pelindo 1 mengelola 16 pelabuhan.

“Setiap tahunnya kita selalu mendapatkan untung dari 4 provinsi itu. Seperti tahun ini, target kita Rp750 miliar dan sudah tercapai Rp800 miliar di bulan ini. Dengan adanya penambahan pendapatan baru di layanan kapal pandu itu, maka keuntungan kita bisa lebih besar lagi,” pungkasnya. Corporate Secretary Pelindo 1, M Eriansyah mengungkapkan, setelah berjuang selama 10 tahun, akhirnya Pelindo 1 mendapatkan pelimpahan untuk bisa menggunakan layanan kapal pandunya dari Malaysia dan Singapura.

“Setelah bernegoisasi, akhirnya Malaysia dan Singapura mau melimpahkan layanan jasa kapal pandu kepada kita,” ujarnya. Saat ini, M Eriansyah mengatakan, Pelindo 1 tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan untuk bisa menggunakan layanan jasa kapal pandu di kawasan Selat Malaka tersebut. “Tinggal menunggu persetujuan dari Kemenhublah, setelah selama 10 tahun kita berjuang. Sekarang, tinggalmenunggu pelimpahannya saja,” pungkasnya.

dicky irawan

Berita Lainnya...