Edisi 27-11-2016
Timnas Siapkan Strategi Khusus Hadapi Vietnam


JAKARTA – Tim nasional (timnas) Indonesia akan menerapkan strategi memaksimalkan jumlah gol di laga tandang dan meminimalisasi gol lawan di laga kandang saat laga semifinal AFF 2016 menghadapi Vietnam.

Tim pelatih menerapkan strategi ini karena format semifinal AFF 2016 menggunakan home and away. Asisten Pelatih Timnas Indonesia Wolfgang Pikal mengatakan perubahan strategi sangat dibutuhkan Andik Vermansyah dkk saat menggunakan format laga dua kali pertemuan ini. “Sistem pertandingan semifinal nanti itu seperti Liga Champions.

Siapa yang paling banyak menghasilkan gol di laga tandang, dia yang menang,” ujar Pikal seperti dikutip Antara. Pelatih asal Austria itu memberi contoh. Indonesia bisa menang 4-2 di laga kandang, tapi kalah 0-2 saat tandang ke Vietnam. Maka Indonesia dipastikan akan tersingkir meski agregat gol 4-4. Vietnam layak ke final karena bisa mencetak gol saat main di Indonesia.

Tentang bagaimana detail dari strategi tersebut, Pikal baru akan menjelaskan ke para pemain saat berlatih pada Selasa(29/11). Seusaidari Filipina, para pemain timnas Indonesia mendapat libur tiga hari dan akan kembali berlatih pada Selasa (29/11). Pikal intinya berharap tim asuhannya lebih sigap lagi jelang pertandingan semifinal yang rencananya dilangsungkan mulai Sabtu(3/12).

Pada lagayangakandisiarkan langsung RCTI dan iNews ini Indonesia lebih dulu (leg pertama) dijadwalkan menjadi tuan rumah. Saat ini PSSI tengah menggodok tiga stadion yang dianggap layak di antaranya Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Manahan (Solo), dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA-Bandung). Setelah itu, tim Garuda akan menjalani leg kedua kontra Vietnam di Thong Nhat Stadium, Ho ChiMinhCity, Rabu(7/12).

Permintaan Pikal sangat beralasan, apalagi Vietnam sangat tangguh saat bertarung pada penyisihan Grup B Piala AFF tahun ini. Mereka menjadi juara grup setelah menuai tiga kemenangan beruntun. Vietnam bahkan menegaskan dominasi serta kesiapan mereka menghadapi Indonesia setelah mempermalukan Kamboja 2-1 di laga terakhir penyisihan grup di Wunna Theikdi Stadium, Naypyidaw, Myanmar, kemarin.

Padahal, hasil itu tak berpengaruh besar karena Vietnam telah lebih dulu dinyatakan lolos ke semifinal. Vietnam melibas Kamboja berkat gol Le Cong Vinh pada menit ke-20 dan gol bunuh diri pemain Kamboja, Nub Tola, pada menit ke-50. Adapun Kamboja memperkecil ketertinggalan berkat gol Chrerng Polroth (65). Keberhasilan Vietnam itu, khususnya gol Vinh, layak dicermati tim pelatih Indonesia.

ApalagiVinhkianmembuktikan kesuburannya dalam urusan mencetak gol bersama The Golden Star— julukan Vietnam. Dia kini mengoleksi dua gol, sama seperti striker Indonesia Boaz Solossa. Pelatih Vietnam Nguyen Huu Thang mengaku timnya bakal menemui kesulitan saat menghadapi Indonesia nanti. Dia pun tak ingin berpatokan pada kemenangan Vietnam saat menghadapi Indonesia 3-2 pada laga persahabatan, 8 November lalu.

Menurutnya, keberhasilan itu tak bisa dijadikan barometer karena Indonesia tentu akan mengerahkan segenap kemampuan saat menjalani semifinal nanti. Pihaknya justru mencermati kebangkitan Indonesia saat lolos selepas mengalahkan Singapura. “Kami hanya ingin fokus menjalani setiap pertandingan meski saat ini fokus kami akan tercurah menghadapi Indonesia.

Kami tak ingin meremehkan mereka, terutama saat kami tampil di kandang Indonesia pada leg pertama nanti,” ujar Nguyen seperti dikutip Reuters . Adapun Myanmar memastikan diri lolos ke semifinal Piala AFF 2016 setelah mengalahkan Malaysia dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal David Gtan di ujung laga menjadi penentu kemenangan.

Bertanding di Thuwanna YTCStadium(Yangon) tadimalam, Myanmar mengakhiri babak pertama dengan skor 0-0. Padahal mereka memiliki peluang emas melalui hadiah penalti di menit ke-12. Gol yang ditunggu-tunggu baru tercipta di ujung laga. Tepatnya di menit ke- 89, David Htan berhasil memanfaatkan umpan Ye Ko Oo untuk merobek gawang Malaysia. Dengan hasil ini, Myanmar akan menghadapi Thailand yang menjadi penghuni peringkat pertama Grup A.

edi yuli