Edisi 27-11-2016
Keikhlasan Berbuah Keajaiban


Film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (BTDLA 2) yang akan dirilis awal Desember 2016 ternyata menjadi momen yang tidak dapat dilupakan oleh Hanum. Di tengah proses pembuatan jalan ceritanya yang memasuki tahap draf,istri Rangga Almahendra ini dinyatakan hamil.

Kehamilan yang telah ditunggu-tunggu selama 11 tahun Hanum dan Rangga berumah tangga. ”Saya menerima kembali BTDLA 2 sebenarnya untuk melupakan kekecewaan karena kegagalan program kehamilan saya. Saya ikhlas jika memang saya tidak punya anak. Saya dan suami akan berdakwah melalui karya. Tapi, ternyata justru saya hamil. Jadi pengerjaan BTDLA 2 juga tambah semangat. Berbuah karya yang maksimal, alhamdulillah,” cerita Hanum.

Hanum menganggap perjalanan spiritual mulai dari persiapan hingga proses pembuatan film ini sangat berkesan. Memang sejak awal produser mengatakan masih ada beberapa cerita yang belum dilanjutkan, ditambah BTDLA 1 yang menjadi box office sehingga sangat potensial untuk dilanjutkan. Keajaiban yang dirasakan anak kedua pasangan Amien Rais dan Kusnasriyati Sri Rahayu ini memang terasa membahagiakan.

Kabar kehamilan datang saat ulang tahunnya pada April lalu dan diprediksi bakal melahirkan di hari peluncuran film BTDLA 2. Rasa ikhlas menghadapi takdir yang terjadi membawa Hanum menjadi pribadi yang kuat. Menemani suami kuliah di Austria dengan segala suka dan duka berada di negeri orang sudah dilakoninya hingga menemukan kebahagiaan menjadi seorang penulis novel.

Bukan sekadar novel yang menghibur, namun bermanfaat bagi pembacanya. Ada satu cerita dalam hidup Hanum yang mengisyaratkan bahwa kelak menulis bakal menjadi profesi yang dapat mengharumkan namanya. Setahun sebelum pulang ke Indonesia, Hanum melakukan ibadah haji seorang diri. Tepatnya pada 2010, ikut bergabung dengan ibu-ibu KBRI Austria. Saat sedang berjuangmati- matianuntuksampaikemultazam dan mengucapkan doa di tempat suci tersebut, Hanum dikagetkan oleh colekan tangan seorang perempuan dari belakang seraya mengucapkan salam.

Hanum tidak mengenali perempuan itu. ”Perempuan berjubah putih dan sangat jelita itu berdandan bak peri. Saya rasa mungkin orang Iran,” kenangnya. Kemudian perempuan tadi memberikan sebuah pena hitam kepada Hanum dan berkata ”to write ”. Tanpa basabasi, siperempuanmenghilangdiantara hiruk-pikuk jamaah yang sedang tawaf.

Saat itu Hanum tak mengerti, mengapa ia yang diberikan pena tersebut di antara jutaan orang yang ada di sana. Sepulang dari pengalaman berhaji yang berkesan itu, Hanum menulis novel 99 Cahaya di Langit Eropa yang kemudian mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat dan langsung menjadi best seller pada 2011.

Alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada ini teringat pada pena hitam yang terus ia simpan hingga kini. Hanum tersadar bahwa pena itu diberikan kepadanya untuk memberi tahu apa yang bisa ia lakukan dalam hidupnya, yaitu menginspirasi dan menjadi agen muslim yang baik melalui karya tulisan.

ananda nararya