Edisi 27-11-2016
Pacu Prestasi Siswa ke Level Global


SURABAYA – Siswa Indonesia diminta tidak hanya menjadi jago kandang. Kemampuan mengukir prestasi harus terus ditingkatkan ke level global.

Memacu daya saing ini penting mengingat para siswa sekarang adalah generasi penerus bangsa. ”Persaingan kalian tidak hanya (dengan tim) dari Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto atau daerah lain. Musuh kalian di luar sana (luar negeri),” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menutup penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Gen SINDO Cerdas 2016 di Grand City Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Risma menuturkan, mengasah prestasi hingga tingkat internasional menjadi semakin penting karena Indonesia berada dalam tatanan masyarakat internasional. ”Termasuk kita sekarang ini sudah MEA (masyarakat ekonomi ASEAN). Bawa negeri ini sejahtera,” kata dia. Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Reni Astuti mengungkapkan hal senada.

Menurut dia, berprestasi akademik ataupun nonakademik di dalam negeri memang membanggakan. Namun prestasi itu harus terus didorong ke tingkat lebih tinggi. ”Benar bahwa musuh yang harus ditaklukkan adalah mereka generasi luar negeri,” katanya. Reni pun mengapresiasi penyelenggaraan LCC Gen SINDO Cerdas 2016 karena tidak hanya melatih kemampuan berpikir siswa, tetapi juga mental berkompetisi.

Berlangsung sejak Kamis (24/11), LCC Gen SINDO yang digelar KORAN SINDO Biro Jatim dan diikuti ribuan peserta dari SMA/sederajat akhirnya mempertandingkan babak final kemarin. Di tahap akhir SMAN 5 Surabaya berhadapan dengan SMAN 15 Surabaya. Saling kejar skor tak terelakkan. Di babak adu cepat menjawab, skor kedua tim sama.

Ketegangan pun memuncak. Risma yang turut menyaksikan perlombaan sejak awal itu pun tak urung terlihat tegang. Untuk mencairkan suasana, orang nomor satu di Surabaya ini spontan berdiri dan mengajak peserta melemaskan jarijari tangan untuk relaksasi. ”Jangan tegang. Kalau tegang, mengurangi 50% semangat dan konsentrasi,” katanya.

Karena skor finalis sama, dewan juri dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) negeri dan swasta di Surabaya berunding untuk memberikan soal tambahan yang menjadi kunci penentuan pemenang. Satu soal tambahan disambar tim SMAN 5 Surabaya. Jawaban tepat itu akhirnya menahbiskan mereka menjadi juara.

Sebagai kampiun, sekolah unggulan itu berhak atas trofi dan uang pembinaan prestasi Rp12 juta. Tidak hanya itu, Risma juga memberikan hadiah kejutan. ”Nanti pemenang akan saya ajak untuk kunjungan kerja ke luar negeri,” kata dia. Selain SMAN 15 Surabaya di tempat kedua, peringkat ketiga dihuni SMAN 1 Bangil Pasuruan dan tim SMAN 2 Mojokerto menjadi juara harapan.

Salah satu anggota dewan juri Mamik Suparmi menilai penyelenggaraan LCC Gen SINDO menjadi momentum bagi sekolah untuk mendorong prestasi siswa. ”Banyak peserta dari luar Surabaya berkualitas, dua di antaranya bahkan bisa ke semifinal,” katanya. Kepala KORAN SINDO Biro Jatim Edi Purwanto mengungkapkan, para pelajar saat ini merupakan generasi emas Indonesia.

Karena itu dia berharap dari LCC Gen SINDO akan muncul pemimpin-pemimpin bangsa. Pada penyelenggaraan tahun depan, Edi mengaku akan mengajak lebih banyak lagi sekolah untuk berpartisipasi. LCC Gen SINDO Cerdas 2016 didukung banyak pihak, antara lain Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bank Jatim, Grand City Surabaya, PGN, Semen Indonesia, Pertamina, Bank Indonesia, Indofood, Alfamart, dan Marga Harjaya Infrastruktur (MHI). Acara turut dimeriahkan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur yang menggelar pameran kampus di arena LCC Gen SINDO Cerdas 2016.

soeprayitno/ lutfi yuhandi