Edisi 27-11-2016
Wisatawan Malaysia Minati Budaya Indonesia


Wisatawan Malaysia memiliki minat tinggi untuk mengikuti wisata budaya di berbagai daerah di Indonesia. Kedekatan budaya dan asal-usul membuat wisatawan Malaysia potensial menggenjot target pemerintah mendatangkan wisatawan mancanegara.

Pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 12 juta pada 2016 dan 20 juta pada 2019. ”Kami dari Malaysia sangat berminat untuk mengikuti wisata budaya di Indonesia,” kata Dato Seri Mohd Fairuz Bin Mohamed Said di Jakarta. Dato Fairuz beserta 50 rombongan investor dan wisatawan Malaysia baru saja mengikuti Gelar Budaya Keraton Djipang pada pertengahan November 2016 di Cepu, Blora, Jawa Tengah.

Dalam pagelaran ini berbagai tarian lokal disajikan antara lain tari Gambyong, tari Bambangan Cakil, tari Beksan Sukorejo, dan tari Tayub. Dalam acara Gelar Budaya Keraton Djipang, Dato Fairuz Bin Mohamed Said dan istrinya, Datin Seri Nor Azurah Binti Talip, mendapat gelar TumenggungNotoprodjo.

Gelartersebut diberikanRadjaDjipangKGPRA Arya Jipang II dengan tujuan Dato Fairuz dan Datin Azurah menjadi duta wisata bagi IndonesiadiMalaysia. Dato Fairuz yang juga mewakili Biro Ekonomi Malaysia, didampingi sejumlah investor antara lain Tan Sri Mohamad Ruslan, Dato Seri Koh Lai Kau, Dato Seri Tay Kim Hwa, Dato Seri Lee Yong Hwa, dan Dato Seri Muhammad Khudzairi.

Kekayaan Keraton Djipang bekas peninggalan pemerintahan Arya Penangsang pada 1500- an antara lain berbagai keris dan manuskrip kuno diperlihatkan kepada pengunjung. ”Kami memiliki pertalian asal-usul yang sama seperti saya nenek moyang kami dari Jawa dan Bugis,” ucap Dato Fairuz yang juga Direktur White Tiger 36 Enterprise, Johor Bahru.

Berbekal pertalian asalusul dari Indonesia tersebut, mereka ingin melihat jejakjejak leluhurnya. ”Indonesia memiliki kekayaan budaya yang hebat. Ini yang menjadi daya tarik bagi kami,” ujarnya. Dato Fairuz berharap Indonesia terus melestarikan kekayaan budayanya.

Menurutnya, selain tempat-tempat di Indonesia yang eksotis, kekayaan budaya justru menjadi magnet bagi wisatawan Malaysia untuk datang ke Indonesia. Selain ingin menikmati wisatabudaya, Dato Fairuzyang jugamewakiliBiro EkonomiMalaysia juga tertarik untuk menanamkan investasi di Indonesia.

rahmat said