Edisi 16-12-2016
Kontribusi Perguruan Tinggi untuk Desa Masih Rendah


JAKARTA – Kontribusi perguruan tinggi untuk membangun desa dinilai masih rendah. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) berencana memperbanyak peran PT dalam pembangunan desa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir mengatakan, saat ini ada 4,91 juta mahasiswa dan 4.314 perguruan tinggi. Namun perguruan tinggi yang sudah bekerja sama untuk membangun desa baru 79 perguruan tinggi. “Ya akan kita tingkatkan. Ini kalau 79 perguruan tinggi ini sudah bisa jalan maka akan kita perluas ke perguruan tinggi lainnya. Terlebih jumlah desa itu mencapai 75.000 desa maka kita butuh peran perguruan tinggi ini,” katanya pada Forum Perguruan Tinggi Desa (Pertides) di kantor Kemendes kemarin.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu menjelaskan, peran KKN bisa dimanfaatkan untuk membangun desa. Oleh karena itu, katanya, kementerian mengevaluasi KKN ke dalam tiga bentuk. Pertama adalah KKN Kebangsaan dengan menggabungkan mahasiswa dari seluruh Indonesia ke satu tempat agar prinsip NKRI terbangun. KeduaKKNTematik, yakni mahasiswa datang untuk melihat apa kebutuhan desa dan mencari solusinya. Ketiga adalah KKN Kesehatan untuk menciptakan sumber daya manusia desa yang berkualitas.

Menteri Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sandjojo menyampaikan, riset dan teknologi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat dikolaborasikan dengan program Kemendes. Penerapan teknologi tepat guna, menurutnya, harus berdampak untuk kesejahteraan masyarakat desa. Eko melanjutkan, program KKN Tematik yang dinilai sebagai inovasi pendidikan diharapkan dapat mendorong mahasiswa memahami konsep pembangunan desa.

“Mahasiswa dapat mendengar langsung aspirasi masyarakat desa. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah adalah salah satu kunci utama untuk mewujudkan kemandirian desa,” terangnya. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini berharap perguruan tinggi bisa membantu tiga prioritas pedesaan tahun depan. Yakni program One Village One product untuk menyejahterakan warga desa melalui skala ekonominya. Kedua pembuatan embung desa agar hasil panen semakin tinggi.

Dan ketiga adalah Bumdes yang diharapkan menjadi sumber utama pendapatan desa. Ketua Forum Pertides Kadarsyah Suryadi menambahkan, KKN tematik sudah dilakukan beberapa perguruan tinggi untuk membantu desa mengelola hasil pertanian, pendidikan dan mengajarkan keterampilan. Misalnya UPN Veteran sudah membuat produk penggiling tebu dan alat pembuatan gula semut. Atau Institut Teknologi Bandung yang berhasil membuat pembangkit tenagalistrikmikrohidrodengan sarana penerang jalan desa.

Rektor ITB itu menyampaikan, rencana Pertides ke depan adalah akan menyusun grand design untuk menyusun kebutuhan desa dan apa yang bisa dilakukan perguruan tinggi untuk memenuhinya. Lalu pemetaan kompetensi perguruan tinggi dan keunggulan desa sehingga ada link and match . Pada intinya, menurut Kadarsyah, peran Pertides adalah ingin menyumbangkan pemikiran dalam bidang pendidikan riset, pengabdian dan pendampingan program pemberdayaan masyarakat desa.

Neneng zubaidah



Berita Lainnya...