Edisi 16-12-2016
Penjualan Online Bisa Majukan UMKM


JAMBI - Perkembangan bisnis berbasis internet atau e-commerce kian meroket di Indonesia. Hal ini menjadi peluang besar dalam upaya memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tanah Air.

Group Chairman and CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, sudah saatnya sistem online dijadikan sarana untuk membangun dan memajukan UMKM. Bisnis online bukanlah milik perusahaan besar saja, UMKM pun bisa memaksimalkan kinerjanya melalui penjualan berbasis internet tersebut. “Gunakan sistem online untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan UMKM,” kata HT seusai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Nurdin Hamzah, Jambi, kemarin.

Pria lulusan Ottawa University, Kanada, ini mengungkapkan, banyak produk UMKM yang bisa digarap melalui penjualan online, antara lain berbagai kerajinan masyarakat, terutama dari daerah. Dengan memanfaatkan sistem penjualan online para pelaku UMKM di Indonesia diharapkan dapat maju dan sejahtera. Kepada mahasiswa HT juga memberi motivasi agar mereka berperan dalam membangun perekonomian nasional. Salah satunya dengan menekuni kewirausahaan.

“Generasi muda jadilah pengusaha produktif, ciptakan lapangan kerja, majukan daerah,” serunya di hadapan mahasiswa. Pengusaha produktif itu tidak hanya mempekerjakan diri, tetapi membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Lahirnya pengusaha-pengusaha baru, terutama di daerah-daerah, diharapkan bisa menyeimbangkan pemberi kerja dan pencari kerja. Tak seperti sekarang ini, jumlah pencari kerja jauh lebih besar sehingga pengangguran di mana-mana.

Jika masyarakat di daerah maju, kata HT, daerah-daerah akan maju dan bisa menjadi pilar ekonomi baru yang akan menyokong kemajuan Indonesia. “Itu kunci keberhasilan kalau Indonesia mau menjadi negara maju,” ujarnya. HT menekankan pentingnya Indonesia menjadi negara maju. Sebab, dengan begitu Indonesia akan memiliki kekuatan untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Misalnya di bidang pendidikan, negara bisa memberikan subsidi agar masyarakat bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

Ketua STISIP Nurdin Hamzah Sigit Indrawijaya juga mengarahkan mahasiswanya untuk terjun menjadi pengusaha produktif. “Kita ubah paradigmanya, setelah lulus sarjana membuka lapangan pekerjaan,” katanya. Dalam kunjungan ke Jambi ini HT selaku ketua umum DPP Partai Perindo juga melantik 62 DPRt se-Kota Jambi, DPW Kartini Perindo, Pemuda Perindo, GardaRajawaliPerindo(GRIND) serta Rescue Perindo di Kantor DPW Partai Perindo Jambi di Kota Jambi.

Dalam arahan HT menyebut bahwa pendidikan harus dibangun agar Indonesia mampu menjadi bangsa yang kompetitif. “Pembangunan SDM berkualitas dibutuhkan untuk membangun bangsa yang unggul dalam kompetisi global,” katanya. Indonesia saat ini masih tertinggal dalam bidang pendidikan. Lulusan perguruan tinggi masih di bawah 10%, tertinggal dibanding Korea Selatan yang sekitar 86%, begitu juga Taiwan yang hampir 100%. Pertumbuhan jumlah lulusan perguruan tinggi akan lambat bila masyarakat tak dibantu oleh pemerintah.

Saat ini setiap tahun Indonesia menambah jumlah lulusan perguruan tinggi sekitar 1 juta. Artinya, membutuhkan 25 tahun untuk menumbuhkan 25 juta lulusan perguruan tinggi. Kehadiran pemerintah untuk membantu rakyat hanya bisa dilakukan jika Indonesia menjadi negara maju. Sebab, akan ada kekuatan anggaran untuk membantu masyarakat. Di hadapan ribuan kader HT juga mengajak seluruh kader untuk turun berjuang membangun masyarakat di daerahdaerah.

Dengan memajukan masyarakat, kata dia, daerah akan maju dan itu akan berujung pada Indonesia yang maju. Pada hari yang sama HT melantik DPRt Partai Perindo dan Rescue Perindo Riau, di Pekanbaru, Riau. Di hadapan kader dia mengobarkan semangat untuk membesarkan partai demi mencapai tujuan mengubah Indonesia menjadi negara maju. Kader Perindo diharapkan membangun dirinya menjadi SDM yang profesional dan andal. Penyelenggaraan latihan kepemimpinan dasar (LKD) dan training of trainer (ToT) menjadi salah satu langkah partai berlambang rajawali ini membangun kualitas SDM.

Pelatihan yang digelar rutin di berbagai wilayah di Tanah Air itu memberikan pemahaman kepada kader tentang kebangsaan, perjuangan partai, serta pembentukan karakter. HT menegaskan, kehadiran Perindo untuk mengawal NKRI mencapai cita-cita kemerdekaannya yakni menjadikan Indonesia bangsa yang maju, masyarakatnya makmur. Saat ini Indonesia baru mencapai 30% dari batas minimum pendapatan per kapita negara maju. Kesenjangan kian lebar, bukan hanya dari sisi kesejahteraan masyarakat, tetapi juga pembangunan daerahnya.

Dia kembali mengingatkan pentingnya daerah dibangun agar menjadi penopang ekonomi nasional. Itu syarat Indonesia bisa lebih cepat maju. Dalam kunjungan ke Pekanbaru kemarin HT berdiskusi bagaimana upaya membangun negara dengan manajemen dan redaksi koran Tribun Pekanbaru . HT memaparkan strategi pembangunan ekonomi yang perlu dilakukan untuk mempercepat Indonesia menjadi negara maju lewat kebijakan politik.

Dia menilai perlu kebijakan yang menitikberatkan pembangunan di daerah. Jika hanya membangun kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar dan lainnya, Indonesia tidak akan pernah maju. “Pembangunan harus diatur dalam zonasi, setiap daerah punya spesialisasi, fokus dengan kekuatannya,” urai HT.

HT menekankan, dalam pembangunan daerah harus ada aktivitas nilai tambah. Misalnya ada daerah yang kuat dengan hasil tani, hasilnya kemudian tidak dijual dalam bentuk mentah tapi dalam bentuk olahan. Dengan adanya aktivitas nilai tambah tersebut lapangan pekerjaan akan terbuka.

Muhammad ibrahim/ nesya/elzam zami