Edisi 16-12-2016
Presiden Minta Pencairan Bantuan Dipercepat


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pencairan bantuan untuk warga yang menjadi korban gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) pada Rabu (7/12) pekan lalu di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Hal itu penting agar warga bisa segera membangun kembali rumahnya yang rusak. ”Saya perintahkan untuk segera bisa diberikan bantuan keuangannya agar segera bisa dibangun kembali rumah itu sehingga kegiatan di masyarakat juga bisa jalan kembali,” kata Presiden Jokowi saat mengunjungi lokasi kedua terdampak gempa di perumahan warga di Gampong Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kemarin.

Presiden mengungkapkan, tentu nanti akan ada proses verifikasi untuk menetapkan besarnya bantuan yang akan diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan bangunan. Prinsipnya pemerintah akan memberikan bantuan berdasarkan verifikasi tingkat kerusakan. ”Terutama yang untuk rusak berat sudah diverifikasi, nanti diikuti dengan yang rusak sedang dan ringan. Verifikasi ini kan juga perlu waktu,” ungkapnya.

Selain bantuan keuangan untuk pembangunan kembali rumah yang rusak, Presiden Jokowi juga memastikan bantuan dalam waktu dekat berupa logistik dan bahan pangan harus segera tersalurkan. ”Semuanya harus segera tersalurkan. Saya hanya ingin ngecek itu saja ke sini, juga yang dikerjakan oleh PU (Kementerian PUPR) sudah dimulai belum, sudah dibersihkan belum, itu akan saya cek terus,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyinggung rencana pemerintah untuk memberikan bantuan keuangan dalam bentuk tabungan yang bisa dimanfaatkan warga untuk menggerakkan ekonomi masyarakat selepas proses rekonstruksi akibat gempa.

”Tabungannya itu masih diblok. Kalau sudah berkegiatan baru bisa diambil dicairkan di bank,” paparnya. Saat melakukan peninjauan tersebut, Ibu Negara Iriana Joko Widodo berkesempatan pula menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam kunjungan itu antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Sosial Khohifah Indar Parawansa, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Plt Gubernur Aceh Soedarmo.

Menko PMK Puan Maharani yang sehari sebelumnya memimpin rapat koordinasi tingkat menteri di Kabupaten Pidie Jaya mengungkapkan, pihaknya mengoordinasikan penanganan tanggap darurat yang dilaksanakan kementerian/ lembaga (K/L) teknis, terutama untuk beberapa masalah penting terkait seperti pengungsian dengan pendataan para pengungsi, kebutuhan dan distribusi bantuan, tempat tinggal sementara, bantuan pengungsi dan masyarakat dengan pendataan jenis dan jumlah kebutuhan, penanganan kesehatan dengan pos dan tim pelayanan kesehatan serta pemulihan fungsi pendidikan.

Selain itu pihaknya mengoordinasikan pemulihan infrastruktur dasar dan pemulihan fasilitas umum.

Rahmat sahid