Edisi 16-12-2016
Putin dan Abe Bahas Pulau Sengketa


NAGATO– Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe kemarin bertemu di resor pemandian air panas Nagato untuk membahas kepulauan sengketa.

Perebutan wilayah perairan di pesisir utara Jepang itu selama ini mencegah dua negara secara resmi mengakhiri permusuhan sejak Perang Dunia II. Pertemuan di Nagato itu diharapkan dapat memberi terobosan dalam isu wilayah maritim yang dicaplok tentara Uni Soviet pada 1945. Empat pulau yang dikenal sebagai Southern Kurils di Rusia dan Northern Territories di Jepang itu selama lebih dari tujuh dekade selalu menjadi pemicu sengketa dua negara.

PM Abe berharap dapat membuat kesepakatan sesegera mungkin dengan Rusia karena warga Jepang berusia lanjut yang pernah tinggal di pulau itu jumlahnya semakin berkurang. Saat pasukan Uni Soviet merebut kepulauan itu di akhir Perang Dunia II, sekitar 17.000 warga Jepang di sana melarikan diri. Meski pertemuan itu telah dipersiapkan selama beberapa bulan, dua pihak tampaknya tidak terlalu berharap akan ada kemajuan besar dalam penyelesaian konflik tersebut.

”Saya ingin menuju konferensi tingkat tinggi ini dengan tujuan mengakhiri isu ini pada generasi saya,” papar PM Abe pada mantan warga pulau sengketa itu awal pekan ini. PM Abe mengisyaratkan kesepakatan antara dua negara tampaknya masih sulit tercapai. Dua pemimpin berjabat tangan sebelum duduk bersama pada pertemuan pertama selama dua hari perundingan. Abe pun menyambut Putin di kota tempat tinggalnya. ”Setelah pertemuan antarpemimpin, saya berjanji anda dapat rileks di resor,” ucap PM Abe saat menyambut Putin, merujuk pada resor pemandian air panas tersebut.

”Saya pikir pertemuan puncak hari ini dan besok akan memberi kontribusi besar bagi pembangunan hubungan,” ujar Putin, dikutip kantor berita AFP . Putin yang gemar judo dan untuk pertama kali berkunjung ke Jepang sebagai presiden Rusia dalam 11 tahun menjelaskan, dia ingin mengakhiri kondisi tanpa kesepakatan damai Perang Dunia II. ”Tapi, bagaimana melakukan ini merupakan pertanyaan sulit,” ucap Putin sebelum tiba di Jepang.

Menegaskan besarnya harapan publik dalam pertemuan di Jepang tersebut, Putin yang tiba di bandara Kota Ube sekitar tiga jam lebih lambat dari rencana awal itu ditayangkan secara langsung di televisi Jepang. Pertemuan ini upaya terbaru sejak perundingan Jepang dan Uni Soviet pada 1956. Ayah Abe, Shintaro, memimpin negosiasi dengan Moskow sebagai menteri luar negeri (menlu) Jepang, tapi meninggal dunia pada 1991 setelah mendorong perundingan meski menderita kanker.

”Di Nagato, Abe dan Putin diperkirakan fokus membahas isu wilayah dan kesepakatan damai,” ungkap sumber pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang. Dua pemimpin akan meninggalkan resor itu dan pergi ke Tokyo hari ini untuk menggelar lebih banyak perundingan dan tampil di depan media massa sebelum menghadiri forum ekonomi. PM Abe tampaknya menawarkan imbalan berupa prospek investasi Jepang di Rusia yang sedang mengalami krisis ekonomi.

Meski demikian, hanya sedikit pengamat yang menduga Putin bersedia menerima permintaan Jepang untuk memiliki kontrol tertentu atas kepulauan tersebut. Apalagi, Putin tidak ingin merusak citranya di dalam negeri sebagai pembela keras kedaulatan Rusia. Kepulauan itu memiliki nilai strategis bagi Rusia yang menjamin angkatan lautnya memiliki akses ke Pasifik bagian barat. Pendapat ini semakin menguat setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat (AS) pada pemilu bulan lalu.

Trump berjanji memperbaiki hubungan dengan Rusia yang perekonomiannya terganggu akibat sanksi AS terhadap Moskow terkait masalah Ukraina dan dampak penurunan harga minyak. Kedekatan Jepang dan Rusia dapat mengkhawatirkan AS. Meski demikian, Trump juga diperkirakan semakin mendekat ke Rusia. Kondisi tersebut dapat mengurangi tekanan terhadap Abe, tapi juga mengurangi minat Putin untuk berkompromi dengan Jepang.

”Berbagai penghalang yang harus disingkirkan masih sangat tinggi,” ungkap penasihat PM Abe, Yasutoshi Nishimura. Dia menambahkan, ”Di sisi lain, mereka pemimpin kuat, jadi saya harap beberapa jalur dan arah ke depan akan muncul.” Menurut beberapa pihak, pertemuan Putin dan Abe juga dimanfaatkan untuk membuat sejumlah kesepakatan di berbagai bidang, mulai dari teknologi medis hingga energi.

Syarifudin