Edisi 16-12-2016
Wapres Puji Pelayanan Publik Banyuwangi


BANYUWANGI – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) memuji pelayanan publik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Pelayanan publik di Banyuwangi telah mencerminkan prinsip efisiensi dan transparansi yang bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain di Indonesia. Hal itu disampaikan JK saat berkunjung di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banyuwangi. Ditemani Bupati Abdulah Azwar Anas, JK melihat proses pembuatan akta kelahiran. Jika di bebe-rapa daerah pembuatan akta bisa berhari-hari, di Banyuwangi hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit.

“Yang tadi ditunjukkan itu mencontohkan efisiensi dan keterbukaan. Selain bisa mengurangi korupsi, bisa mendekatkan kita pada warga,” ujar JK. JK mengatakan pelayanan publik di Banyuwangi relatif modern. Tidak hanya pembuatan akta lahir, perbaikan layanan publik juga menyentuh digitalisasi informasi di perkampungan, perlindungan terhadap warga miskin, hingga transparansi Pengelolaan Anggaran Keuangan Daerah. Dalam kesempatan itu JK sempat diminta warga untuk memberikan nama bagi anak mereka. Permintaan nama tersebut dimohon oleh orang tua yang kebetulan sedang mengurus akta kelahiran.

“Untuk anak yang laki, saya beri nama Muhammad Ali. Sementara yang perempuan, saya kasih nama Siti Aisyah,” ucap Wapres. Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sejak diluncurkan tahun 2013 hingga saat ini telah ada 35.000 akta lahir yang telah diterbitkan. “Sekarang program lahir bawa akta semakin lengkap saja. Kalau dulu bayi hanya mendapatkan Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran, mulai November 2016 ditambah lagi kartu identitas anak (KIA),” kata Anas.

Fungsi KIA adalah untuk memberikan akses pelayanan publik bagi anak. Contohnya untuk pembelian tiket KA dan pengurusan kesehatan. Selama dua hari terakhir Banyuwangi menggelar festival pelayanan publik. Sebuah festival yang menampilkan beragam program inovasi publik yang telah digagas oleh Pemkab Banyuwangi. Seperti program Smart Kampung, Lahir Procot Pulang Bawa Akta, Siswa Asuh Sebaya (SAS), Transparansi Pengelolaan Anggaran Keuangan Daerah, Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP), e-village budgeting dan monitoring.

Adapun salah satu warga yang mendapat berkah karena putranya diberi nama oleh Wapres adalah Mohamad Satori asal Dusun Secang, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro. Satori kebetulan sedang mengurus akta lahir untuk putri keduanya yang lahir kemarin siang. “Alhamdulillah, senang banget diberi nama oleh Pak JK. Siti Aisyah nama yang bagus dan akan saya pakai. Namanya juga sama dengan nama yang telah saya siapkan ada Aisyahnya. Ini benar-benar kejutan buat saya. Semoga anak saya bisa sukses seperti pak JK,” kata Satori.

P juliatmoko


Berita Lainnya...