Edisi 16-12-2016
Warga Aleppo Mulai Dievakuasi


ALEPPO - Sedikitnya 17 bus dan 10 ambulans keluar dari wilayah Aleppo yang dikuasai pemberontak, kemarin.

Konvoi kendaraan itu membawa warga yang dievakuasi sebagai bagian kesepakatan gencatan senjata. Televisi Suriah menayangkan konvoi ambulans diikuti barisan panjang bus-bus hijau yang bergerak dari Distrik Ramousah menuju wilayah Aleppo yang dikuasai pemberontak. Wilayah itu semula dikepung pasukan rezim dan aliansinya. Laporan televisi menyatakan mereka yang dievakuasi adalah para pejuang oposisi. Pejabat pemberontak menjelaskan, warga sipil yang ingin meninggalkan Aleppo juga dapat naik bus tersebut sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Tayangan di dalam bus menunjukkan sebagian besar orang yang berdiri dan duduk adalah pria muda. Lima mobil membawa bendera Komite Palang Merah Internasional yang bergerak di depan konvoi. Beberapa ambulans membawa bendera Bulan Sabit Merah. Gencatan senjata dan evakuasi itu akan mengakhiri beberapa tahun perang di Aleppo antara pemerintah Suriah dan aliansinya, milisi Syiah yang berperang melawan pemberontak Sunni yang hendak menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad setelah revolusi 2011 selama kebangkitan Arab.

Dengan menguasai kembali Aleppo, Assad akan mendapatkan kemenangan terbesarnya dalam konflik sipil tersebut. Pemberontak pun kini terusir dari basiskotaterbesarmerekadiSuriah. Sebelumnya dilaporkan, terjadi serangan terhadap konvoi medis yang dilakukan pasukan propemerintah Suriah. Meski demikian, proses evakuasi tetap dilakukan untuk membawa warga dan pemberontak keluar dari Aleppo. Komite Palang Merah Internasional menyatakan upaya mengevakuasi sekitar 200 orang yang terluka telah dimulai.

Rusia yang menjadi aliansi Suriah menjelaskan, evakuasi terhadap 5.000 pemberontak Suriah dan keluarganya dari Aleppo timur telah dilakukan. ”Sebelumnya, ambulans yang berupaya mengevakuasi orang diserang oleh pejuang yang setia kepada pemerintah Suriah. Serangan itu melukai tiga orang,” ungkap juru bicara badan penyelamat, dikutip kantor berita Reuters .

Penasihat Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jan Egeland menambahkan, ”Ribuan orang memerlukan evakuasi, tapi pertama dan terpenting ialah warga yang terluka, sakit dan anak-anak, termasuk yatim-piatu.” Saksi mata menjelaskan, asap tebal membubung ke langit dari wilayah yang dikuasai pemberontak. Warga yang hendak mengungsi membakar barang milik mereka yang tak dapat dibawa dan tidak ingin membiarkan barang tersebut dimiliki pasukan pemerintah untuk dijarah. ”Di luar semua gedung, Anda dapat melihat api kecil, kertas, dan pakaian perempuan,” papar seorang warga.

Tentara Rusia bersiap mengawasi evakuasi pemberontak keluar dari Aleppo. Suriah menjamin keamanan para pemberontak dan keluarganya yang akan mengungsi menuju Idlib, kota di Suriah bagian barat laut yang belum dikontrol pemerintah.

Arvin

Berita Lainnya...