Edisi 16-12-2016
Densus 88 Amankan Satu Keluarga


TASIKMALAYA – Tim Densus 88 Antiteror menangkap satu keluarga di Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarin pagi.

Mereka diduga terkait terduga teroris yang sudah ditangkap beberapa waktu lalu. Satu keluarga itu adalah Tutin Sugiarti, 37, suaminya, Hendra Gunawan, 39, serta anak mereka, Abza Algifari Putra, 11. Ketiganya ditangkap di rumah kontrakan mereka di Kampung Padasuka RT 03/05, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, kemarin pagi. Kuat dugaan mereka terkait terduga teroris Dian Novi Yuliani yang diamankan Densus 88 di Bekasi beberapa hari lalu. Selain mengamankan tiga sekeluarga, Tim Densus 88 Mabes Polri juga mengamankan rompi yang diduga hendak dijadikan dan diisi bahan peledak.

Dokumen dan satu sepeda motor juga turut dibawa polisi untuk dijadikan barang bukti. Kini rumah kontrakan di Kampung Padasuka RT 03 RW 05, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, dipasangi garis polisi. Menurut Ketua RT 03 Aan Suryana, ada sekitar enam mobil yang datang ke sana dan melakukan penangkapan sekitar pukul 05.00 WIB. Polisi juga langsung bergerak masuk rumah kontrakan tersebut.

Tim Densus 88 juga datang dengan membawa tim penjinak bom. “Selain dokumen itu, juga ada buku tabungan, uang tunai, dan sebagainya. Awalnya yang dibawa Hendra sama anaknya, Abza, kemudian berselang 30 menit baru Tutin dibawa Polwan. Namun tidak menunggu lama kemudian, mereka dibawa oleh polisi entah ke mana,” ungkap Aan. Keluarga tersebut sebenarnya lebih dari enam tahun tinggal di kampung tersebut. Semula merekamengontrakrumahdiRT 02, lalu pindah ke RT 04, dan selanjutnya selama 2,5 tahun di RT 03.

Namun, memang terbilang selalu tertutup jarang bergaul dengan masyarakat, apalagi setelah menempati rumah kontrakan di RT 03 tersebut. “Kecurigaan memang ada, karena selain bicaranya yang sedikit lebih fanatik soal agama, juga tidak pernah ikut pengajian di masjid Senin-Kamis. Biasanya sangat rajin, tapi katanya karena banyak panggilan untuk pengobatan di luar kota akhirnya Tutin jarang berada di rumah,” ujar Aan.

Sementara itu, setelah kurang lebih tiga jam menjalani pemeriksaan di Polres Tasikmalaya Kota, terduga teroris Tutin akhirnya dibawa Densus 88 Mabes Polri ke Jakarta. Sementara anaknya, Abza, dan suaminya, Hendra Gunawan, 39, dikembalikan kepada keluarganya karena dinilai tidak terkait aksi terorisme. Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Arif Fajarudin membenarkan adanya penangkapan terduga teroris tersebut. Namun, dia tidak mau menjelaskan detail kro-nologis penangkapan. “Iya memang benar, Densus 88 yang melakukan penangkapan dan kami membantu mengamankan wilayah,” ujar Arif.

Calon Pengantin Turut Diamankan

Sementara itu seorang wanita asal Dusun Tegalsari, Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Ika Puspitasari, 35, juga ditangkap Densus 88 Antiteror di kediamannya kemarin siang. Penangkapan berlangsung cepat karena saat ditangkap Ita sedang berada di musala dekat rumahnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, Ita disebut- sebut sebagai calon pengantin oleh jaringan teroris. Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo menjelaskan, penangkapan Ita merupakan pengembangan dari kasus bom Bekasi. “IP sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan dengan jaringan teroris yang diamankan di Bekasi, Jawa Barat,” ungkap Satrio kemarin. Meski asli warga setempat, tidak banyak warga mengetahui perkembangan tersangka. Konon Ita sudah bertahun-tahun bekerja di luar negeri.

“Dia mengaku baru beberapa bulan pulang sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Hong Kong. Wajar bila para tetangga tidak mengetahui kesehariannya,” ucap Satrio. Dalam penggeledahan, Tim Densus berhasil menemukan beberapa dokumen mengenai keterlibatan tersangka dengan jaringan teroris Bekasi. “Kami tidak tahu persisnya dia terlibat pada jaringan teroris mana. Itu kewenangan Densus. Informasinya ada kaitannya dengan jaringan Bekasi,” kata Satrio.

Dalam pengakuannya kepada beberapa petugas, tersangka pertama kali kenal dengan kelompok teroris lewat hubungan melalui media sosial Facebook saatdiHongKong.“Dia mengaku berkenalan dan berkomunikasi dengankelompokterorismelalui akun Facebook,” imbuh Satrio. Sebelumnya, Densus 88 Antiteror juga menangkap dua warga Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/12) sore. Mereka dibekuk terkait kasus dugaan pelemparan bom molotov di Candi Resto Solo Baru, Sukoharjo, dan salah satu minimarket di Kecamatan Serengan, Solo.

Keduanya juga disinyalir terkait terduga teroris yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini. Berdasarkan informasi, identitas dua orang yang ditangkap itu adalah Sunarto, 26, warga Kampung Tempel, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, dan Imam Syafii, 33, warga Perumahan Syariah Blok 34 B, Kelurahan Banyuanyar. “Kasusnya adalah pelemparan bom molotov,” ujar Kapolresta Solo Kombes Pol Ahmad Lutfi.

Nanang kuswara/ ary wahyu wibowo/ hery priyantono