Edisi 16-12-2016
Sejarah Untungkan Timnas


JAKARTA – Perjalanan tim nasional Indonesia memburu gelar Piala AFF 2016 mendekati akhir.

Sejarah gelaran ini membuktikan, sejak menggunakan sistem home and away, tim yang meraih kemenangan di leg pertama akan keluar sebagai yang terbaik di Asia Tenggara. Garuda meraih kemenangan 2-1 pada leg pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, membuat Indonesia memiliki peluang memupus dahaga gelar selama 20 tahun di pesta tertinggi sepak bola Asia Tenggara tersebut.

Semua tim yang melaju ke final dan memenangkan laga leg pertama, secara sejarah mempunyai peluang besar menjuarai ajang ini. Sejarah dimulai pada 2004, saat Singapura menjadi juara untuk kali kedua di Piala AFF dengan mengalahkan Indonesia. Singapura yang meraih kemenangan 3-1 pada leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, mengunci gelar juara setelah menundukkan skuad Merah Putih pada leg kedua dengan skor 2-0 di National Stadium, Kallang.

Singapura melanjutkan tradisi dengan mengubur mimpi Thailand setelah mengawali leg pertama dengan skor 2-1 di National Stadium, Kallang, untuk kemudian menahan imbang The War Elephants 1-1 di Suphachalasai Stadium, Bangkok. Pada 2008, giliran Vietnam yang melanjutkan tradisi pemenang laga pertama final menjadi juara. Mengawali pertandingan di kandang Thailand di Rajamangala, Stadium, tim berjuluk The Golden Stars sukses mencatat kemenangan 2-1, sebelum kemudian bermain imbang 1-1 di My Dinh National Stadium.

Malaysia melakukannya pada 2010 dengan mengalahkan Indonesia di leg pertama (3-0) dan menjadi juara meski kalah 1-2 pada pertandingan kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tradisi tersebut berlanjut pada 2012 dan 2014 oleh Singapura dan Thailand. Singapura menjadi juara kali keempat setelah menang 3-1 pada leg pertama, dan kalah 0-1 dari Thailand. Sementara Thailand menjadi juara pada 2014 dengan cara menundukkan Malaysia 2-0 di leg pertama, dan kalah 2-3 pada pertandingan kedua. Fakta lain, Thailand justru tidak menjadi juara saat Teerasil Dangda mencatatkan namanya sebagai top skor turnamen.

Dengan enam gol yang sudah dimiliki sekarang, Dangda bisa disebut sebagai top skor di Piala AFF 2016. Nah, pada saat Dangda menjadi top skor Piala AFF 2012 dan 2008, The War Elephants justru gagal menjadi juara. Thailand menjadi kampiun saat Dangda tidak masuk dalam daftar 23 pemain di Piala AFF, tepatnya pada 2014. Namun, Riedl tak mau menganggap jika timnya sudah di atas angin.

”Kami tahu itu akan menjadi sangat sulit, tapi kami ingin membuat sejarah dan menang ini untuk pertama kalinya,” kata Riedl, yang sudah merasakan atmosfer di Piala AFF sejak 1998. Gelandang timnas Manahati Lestusen menganggap pencapaian Indonesia ke final sudah luar biasa. Menurutnya, hasil yang diraih sekarang tak lepas dari peran dukungan suporter. Dia juga menganggap dukungan puluhan ribu pendukung yang memadati Stadion Pakansari memberikan peran penting dalam mengalahkan Thailand.

”Tanpa mereka, kami tidak akan sampai di sini, selangkah lagi menjadi juara,” kata pemain yang bisa bermain di beberapa posisi berbeda ini. Pemain tengah Stefano Lilipaly mengatakan Indonesia sudah memperlihatkan sebagai tim yang bagus, meski Thailand baik. Fano—sapaan Stefano Lilipaly, mengatakan dia dan tim akan bertarung habishabisan untuk mendapatkan gelar AFF. Dia berharap timnas bisa bermain lebih bagus dan membawa kemenangan. ”Setiap laga, kami mencetak dua gol. Semoga kami melakukannya lagi di Thailand,” tandas gelandang kelahiran Arnhem, Belanda tersebut.

Sementara itu, striker timnas Thailand Teerasil Dangda mengatakan bahwa timnya memiliki modal bagus karena mencetak gol tandang. Gol tersebut diciptakan Dangda pada menit ke- 32 sebelum dibalas Indonesia melalui Rizky Pora (65) dan Hansamu Yama (70). ”Kami mencetak gol tandang penting, ‘’ kata Teerasil.

Andik Ikut ke Thailand

Pasukan Alfred Riedl telah bertolak ke Bangkok, Thailand, kemarin siang dari Bandara Internasional Soekarno- Hatta. Seluruh pemain berangkat, termasuk gelandang serang Andik Vermansyah yang ikut dalam rombongan. Andik yang ditarik keluar di babak pertama melawan Thailand, telah melakukan pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) di RS Pelni Petamburan. Dokter Timnas Syarif Alwi mengatakan, hasil MRI menunjukkan Andik cedera robek otot ligamen.

”Dia harus istirahat sekitar tiga hingga enam minggu. Saat ini kondisi Andik sudah mendingan sehingga dia tetap ikut berangkat bersama tim ke Bangkok, Thailand,” kata Syarif. Ketidakhadiran Andik dikhawatirkan memengaruhi kekuatan timnas. Dengan kecepatan dan kemampuan melakukan akselerasi, Andik sangat dibutuhkan timnas di laga kedua. Namun, Riedl memberi sinyal siapa pemain yang akan menggantikan. Saat leg pertama, Riedl memasukkan Zulham Zamrun untuk menempati posisi Andik. Hanya, banyak kritik yang disampaikan terkait performa pemain Persib Bandung ini.

Zulham dianggap belum dalam penampilan terbaiknya setelah kembali dari cedera. Rombongan timnas Indonesia tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand, kemarin sore setelah menempuh perjalanan udara selama 3 jam 40 menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Boaz Solossa dan kawan-kawan terlihat segar meski sehari sebelumnya harus menjalani pertandingan berat. Mulai turun pesawat, terlihat para pemain bercengkerama dan bahkan saling bercanda. Begitu juga dengan Andik yang datang ke Bangkok dalam keadaan cedera.

Pemain tim Selangor FA Malaysia ini tetap penuh semangat untuk mengawal timnas. Setibanya di terminal kedatangan, timnas Garuda ini disambut perwakilan dari Kedutaan Besar Indonesia di Thailand. Dengan adanya bantuan kedutaan, urusan imigrasi lebih cepat dan pemain tidak harus menunggu lama karena secepatnya membutuhkan istirahat. ”Kita langsung ke hotel dan akan langsung istirahat. Tapi setelah makan akan ada ‘recovery’ karena kita baru saja menjalani penerbangan yang cukup lama,” kata asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal.

Kedatangan timnas di bandara terbesar di Thailand juga tidak luput dari perhatian masyarakat yang kebetulan tidak jauh dari rombongan timnas. Banyak yang meminta foto dengan pemain maupun jajaran pelatih. Semuanya dilayani dengan baik. Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap semangat para pemain timnas dalam menghadapi Thailand pada leg pertama tetap terjaga hingga pertandingan tandang di Bangkok.

”Kita harapkan semangat seperti semalam tetap menjadi semangat Garuda di tim kita,” katanya saat ditemui setelah menghadiri peringatan Hari Tsunami Dunia di Jakarta, kemarin. Kalla yang menonton langsung pertandingan leg pertama berpendapat semangat tim Merah Putih lah yang bisa mengalahkan kemampuan teknik bertanding tim lawan. JK yakin timnas bisa meraih kemenangan pada pertandingan kedua yang digelar di Thailand pada Sabtu (17/12). ”Insya Allah, timnas bisa meraih kemenangan,” ujarnya.

Maruf/ant