Edisi 16-12-2016
Tidak Kalah Dengan Luar Negeri


SELAMA ini masih ada masyarakat yang menganggap teknologi medis di Tanah Air tertinggal dengan negara lain.

Karena itu, pasien dari golongan mampu cenderung berobat ke negara tetangga yang dianggap lebih memiliki teknologi mumpuni ketimbang teknologi medis di negeri sendiri. Padahal, menurut dr Yanwar Hadiyanto MARS selaku CEO Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Group, ilmu kedokteran dan teknologi di Indonesia sudah mengalami kemajuan pesat.

Banyak teknologi terbaru yang mulai diadopsi rumah sakit Indonesia. “Kami secara agresif mengadopsi teknologi terbaru untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien. Dapat dikatakan apa yang ada di negara lain juga ada di sini,” kata dr Yanwar saat diskusi mengenai Inovasi Teknologi Medis dari Masa ke Masa di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Dia melanjutkan, RSPI ingin menjadi early adopter teknologi kesehatan, meski biaya investasi yang diperlukan memang tidak terbilang murah. Selain investasi peralatan, investasi lain yang harus dilakukan adalah melatih para dokter. “Lama latihan yang diperlukan beragam, tergantung tingkat kerumitan alat yang digunakan. Jika alatnya sederhana, bisa hanya memerlukan waktu hitungan hari. Sebaliknya, jika alat itu rumit, diperlukan waktu berbulan-bulan,” beber dr Yanwar.

Pada kesempatan itu, dr Yanwar juga memaparkan, Rumah Sakit Pondok Indah telah menginjak tahun ke-30 yang akan menyelenggarakan serangkaian acara mulai November 2016 hingga Februari 2017. Keseluruhan acara ini merupakan salah satu wujud komitmen RS Pondok Indah memberikan layanan terbaik, hadir lebih dekat dengan pasiennya, serta merangkul lebih erat lingkungan sekitarnya.

Segenap acara diadakan, antara lain bincang sehat, salah satunya yang dibawakan dr Aditya Kusuma SpOG, dr Ika Widyawati SpKJ (K), dan Dr dr Hinky Hindra Satari SpA. Acara ini mengungkap pentingnya pemeriksaan kandungan, periode emas anak, hingga kiat memperkuat ikatan antara orang tua dan anak.

(sri noviarni)