Edisi 16-12-2016
Warna-Warni Musim Gugur di Jepang


MUSIM gugur di Jepang identik dengan daun-daun yang berubah warna menjadi warna terang. Dengan udara yang sedikit dingin bercampur angin, daun-daun itu beterbangan berputar-putar hingga jatuh ke tanah.

Sangat menarik untuk diabadikan.Bulan November adalah waktu terbaik untuk melihat musim gugur di Jepang. Bersama Japan National Tourism Organizatiton (JNTO) dan Garuda Indonesia, KORAN SINDO dan beberapa awak media berkesempatan merasakan musim gugur di Karuizawa dan Hakone, Jepang, pada 19-24 November 2016. Penerbangan malam menggunakan Garuda Indonesia memakan waktu hampir sekitar tujuh jam dengan tujuan Bandara Haneda, Tokyo.

Sekitar pukul 08.50 pagi waktu Tokyo, kami tiba di Bandara Haneda. Kami bergegas menemui pemandu wisata, Toshihiro Kanba, yang sudah menunggu di tempat kedatangan. Hawa dingin langsung menyergap tubuh ketika kami keluar dari Bandara Haneda.

Karuizawa

Karuizawa terletak di Prefektur Nagano, Jepang. “Karuizawa adalah kota yang terkenal dengan wisata air panas, olahraga ski, dan rekreasi lainnya. Jika musim gugur tiba, pemandangan pohon dengan daun berwarna-warni akan mudah kita jumpai,” ucap Toshi-san. Karuizawa Prince Hotel bisa menjadi resor pilihan untuk berlibur dengan berbagai macam fasilitas di Karuizawa.

Di sana terdapat Karuizawa Prince Shopping Plaza, tempat belanja yang cukup luas dengan jajaran outlet barang-barang bermerek, ditambah diskon yang menggiurkan. Ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Prefektur Nagano, seperti memetik buah apel di Komoro. Di kota ini terdapat kebun apel terbesar yang terletak di dataran tinggi di kaki Gunung Asama bernama Matsui Farm.

Musim gugur adalah saat yang tepat untuk panen apel di Komoro. Pengunjung bisa memetik buah apel dan memakan langsung sepuasnya di tempat secara gratis. Tidak jauh dari Komoro terdapat Komoro Castle, bangunan bersejarah dengan pintu benteng sebagai pintu masuk. Benteng ini tergolong unik karena dibangun di tengah kota. Di sini kami bisa melihat indahnya daun-daun musim gugur di dalamnya.

Sekitar dua jam dari Karuizawa, kami menuju Shosenkyo yang terletak di bagian utara Kota Kofu, Prefektur Yamanashi. Kami mencoba kereta gantung atau gondola untuk mencapai atas jurang batu Shosenkyo atau dikenal Shosenkyo Ropeway. Pengunjung bisa menikmati pemandangan musim gugur dari gondola ini.

Tempat lain yang bisa dikunjungi di Shosenkyo adalah Shadow Art Museum dan Air Terjun Sengataki, hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari tempat kami naik gondola.Danau Kawaguchi juga menjadi salah satu wisata di Prefektur Yamanashi. Di sekelilingnya terdapat pohon-pohon musim gugur berwarna-warni, sangat cantik jika dilihat pada malam hari.

Hakone

Hakone merupakan kota yang berada di Prefektur Kanagawa. Tempat ini menjadi tujuan utama wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin menikmati musim semi dan musim gugur. Wisata pertama yang kami kunjungi adalah Hakone Ropeway, kereta gondola yang menghubungkan Sounzan Station dan Togendai Station. Dari atas, kami bisa melihat pemandangan pohon musim gugur, ditambah pemandangan Gunung Fuji.

Tidak hanya itu, Danau Ashi pun terlihat dari ketinggian. Ketiga pemandangan tersebut sangat unik dan hanya bisa dilihat melalui Hakone Ropeway. Setelah 20 menit menaiki Hakone Ropeway, sampailah di Owakudani, sebuah daerah sekitar kawah yang tercipta selama letusan terakhir Gunung Hakone 3.000 tahun lalu. Kawah tersebut merupakan zona vulkanik aktif yang mengeluarkan uap dan asap belerang dari celah-celah bebatuan.

Dari Owakudani, pengunjung bisa melihat keindahan Gunung Fuji dengan jelas. Gunung Fuji dengan ketinggian 3.776 meter bukan hanya sebagai gunung tertinggi di Jepang, melainkan juga simbol kebangsaan Jepang. Yang menarik, di sini dijual telur hitam owakudani. Telur hitam ini sebenarnya hanya telur ayam biasa. Namun, karena direbus di kawah Owakudani dengan tingkat sulfur yang tinggi, kulitnya berubah warna menjadi hitam. Konon menurut kepercayaan masyarakat sekitar, orang yang mengonsumsi telur hitam ini akan diperpanjang umurnya.

Satu telur bisa memperpanjang umur sampai tujuh tahun. Di Hakone, kami mencoba menyeberangi Danau Ashi yang menjadi ikon wisata dengan kapal. Perjalanan dengan kapal memakan waktu sekitar setengah jam. Pepohonan di pinggir Danau Ashi yang berubah warna menjadi merah, kuning, dan oranye pada musim gugur terpantul ke permukaan danau.

Kapal terus berlayar menuju Hakone- Sekishoato Port dan di belakang kami tampak pemandangan Gunung Fuji. Setelah turun dari kapal, kami berjalan menuju Hakone Sekisho, salah satu tempat bersejarah pada periode Edo yang sekarang dijadikan museum. Hakone adalah pintu masuk yang memeriksa lalu lintas sepanjang Tokaido dari Tokyo ke Kyoto selama periode Edo.

“Pengunjung harus memperlihatkan data diri mereka berasal dari mana. Karena itu, tempat ini disebut Hakone Checkpoint,” ungkap Toshi-san. Di dalamnya, kami bisa melihat gerbang, pagar, perumahan untuk perwira dan prajurit, ruang tidur, dapur, kamar mandi, ruang penjara, dan menara pengintai pada masa Edo.

Tokyo

Meiji Jingu Gaien menjadi tempat favorit untuk menikmati musim gugur di Tokyo. Masyarakat setempat biasanya menyebutnya “Jingu Gaien” untuk singkatnya. Daun-daun berubah warna menjadi kuning. Ini tempat wajib di Tokyo kalau ingin menikmati daun-daun musim gugur.

oktiani endarwati