Edisi 16-12-2016
Inovasi Teknologi Medis Masa Ke Masa


KEMAJUAN teknologi yang amat pesat di bidang kesehatan tentu memengaruhi layanan yang digunakan di rumah sakit dari masa ke masa.

Apa saja inovasi teknologi terbaru yang ada? Pengobatan medis terus berpadu dengan teknologi dan terus berinovasi. Tidak dipungkiri, teknologi menjadi salah satu elemen terpenting bagi sebuah rumah sakit. Pengadopsian teknologi terkini pada sejumlah fasilitas di rumah sakit memang harus dijalani. “Dengan kecanggihan teknologi, proses diagnosis, deteksi dini, dan identifikasi masalah kesehatan menjadi lebih cepat dan akurat, juga dapat meminimalisasi risiko pada pasien,” sebut Chief Executive Officer RS Pondok Indah Group dr Yanwar Hadiyanto MARS dalam konferensi pers Teknologi Medis dari Masa ke Masa, Jumat (18/11), di RS Pondok Indah.

Dia melanjutkan, selama 30 tahun, perjalanan rumah sakit ini senantiasa berkomitmen mengadopsi inovasi teknologi medis terkini untuk menghadirkan layanan kesehatan terbaik. Perangkat modalitas pencitraan yang digunakan untuk kepentingan diagnosis (screening ), misalnya, tidak lagi memakan waktu relatif lama. Deteksi masalah kesehatan kini menjadi lebih mudah dengan ditemukannya CT-Scan yang merupakan perkembangan dari sinar X yang sebelumnya hanya dapat menampakkan citra tubuh dalam dua dimensi.

CT-Scan kemudian semakin disempurnakan dengan hadirnya MRI 3 Tesla Skyra dengan berbagai fiturnya. Dengan alat ini, bagian tubuh yang ukurannya kecil, seperti pembuluh kapiler, dapat terlihat dengan jelas. Selain itu, penggunaannya relatif mudah dan cenderung lebih aman pada batas tertentu. Dr Med Luqman Adji Saptogino SpRad (K) SpKN, Spesialis Radiologi Kedokteran Nuklier RS Pondok Indah, mengatakan, diagnosis pasien memerlukan kecepatan dan keakuratan tinggi. Sekarang dalam hitungan detik saja pemeriksaan sudah bisa diketahui hasilnya.

“Teknologi screening pun terus berkembang. Fitur-fitur terbaru membantu pencitraan organ tubuh, pembuluh darah, dan jaringan otot,” kata dr Luqman. Sementara itu, perkembangan teknologi medis juga tampak pada teknologi di bidang pemeriksaan kesehatan kandungan. Seperti diketahui, ultrasonografi (USG) merupakan salah satu teknologi yang membantu dokter melihat kondisi organ tubuh atau janin pada ibu hamil.

Kini teknologi USG 4D yang terkini bahkan dapat menunjukkan gerakan janin, seperti gerakan jari, kepala, hingga denyut jantung sehingga memudahkan dokter dalam mengidentifikasi setiap masalah pada kandungan dengan cepat. Jika terdapat kelainan bawaan, dokter dapat merencanakan tindakan pascapersalinan untuk menindaklanjuti risiko kelainan pada bayi.

“USG merupakan “mata” bagi dokter untuk melihat kesehatan ibu dan janin. Penggunaan USG 4D akan memperlihatkan kelainan pada janin dengan lebih detail, misalnya bibir sumbing atau kelainan pada pembuluh darah,” tutur dr Azen Salim SpOG-KFM, Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fetomaternal RS Pondok Indah- Pondok Indah. Kamera untuk USG didukung teknologi high definition (HD) sehingga pencitraan semakin jelas.

Bila kelainan seperti ini sudah diketahui sejak awal, dokter bisa segera mengambil tindakan untuk mengoreksi kelainan tersebut. Perlu ditekankan, pemeriksaan USG bukan menggunakan sinar X atau mekanisme radiasi lainnya, melainkan menggunakan teknik gelombang suara ultra. USG 4D sama dengan USG 2D. Hanya, USG 4D merupakan kumpulan gambar USG 2D. Kalau USG 2D hanya mengambil satu gambar pada irisan tertentu, USG 4D mengambil satu volume yang merupakan kumpulan banyak irisan USG 2D dari tiga sudut.

Untuk memproses kumpulan gambar irisan 2D itu menjadi gambar 3D, dibutuhkan prosesor komputer yang baik. Semakin kuat dan cepatnya prosesor komputer, semakin baik dan cepat gambar USG 3D atau 4D yang dihasilkan. Teknologi full HD juga kerap digunakan dalam tindakan koreksi dalam menjaga kesehatan lutut. Dengan kecanggihan microscopic camera 0,8 mm, teknologi full HD, fiber optic , dan teknologi pencitraan magnetic resonance imaging (MRI), kelainan dalam lutut bisa langsung terlihat di layar, meskipun tidak dilakukan tindakan pembedahan.

sri noviarni