Edisi 30-12-2016
Waspada Serangan Jantung


KEMATIAN aktris Hollywood Carrie Fisher akibat serangan jantung selayaknya jadi peringatan khususnya bagi wanita.

Mengenali faktor risiko merupakan salah satu tindakan pencegahan. Serangan jantung pada pria dan wanita juga berbeda. Seperti apa? Sejumlah aktor dan aktris Hollywood berduka atas meninggalnya Carrie Fisher, aktris Amerika Serikat yang dikenal melalui aktingnya sebagai Putri Leia dalam rangkaian film Star Wars . Carrie meninggal pada Selasa, (28/12) waktu setempat dalam usia 60 tahun.

Tepatnya empat hari setelah mengalami serangan jantung dalam penerbangan dari London menuju Los Angeles. Sehari sesudah kematian Carrie, sang ibu Debbie Reynolds juga meninggal karena serangan jantung. Para ahli mengatakan, kematian aktris sekaligus penulis tersebut mengangkat realitas krusial terkait penyakit jantung. Penyakit jantung melingkupi banyak kondisi, namun penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah penyakit jantung koroner yang terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung (pembuluh koroner) karena timbunan kolesterol berupa plak.

Plak yang retak akan mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah. Sekitar 735.000 warga AS mengalami serangan jantung setiap tahunnya. Namun, gejala dan faktor risiko antara pria dan wanita berbeda-beda. “Kebanyakan orang familier dengan serangan jantung yang biasa kita kenal, yakni ketika seseorang memegang dadanya dan rasa sakit menyebar dari lengan ke leher,” kata Dr Nieca Goldberg, kardiologis dan direktur womenís heart program di New York Universityís Langone Medical Center.

Namun, dr Goldberg mengingatkan, terkadang wanita memiliki gejala yang berbeda. Cara terbaik untuk mencegah penyakit jantung bagi kaum hawa adalah dengan memahami faktor risiko personal mereka masing-masing dan mengenal tanda-tanda serangan jantung, yang berbeda dengan pengalaman serangan jantung pada kaum adam. Wanita mendeskripsikan serangan jantung tersebut seperti semacam flu. Diikuti dengan rasa mual, pusing, lemah, napas pendek, lelah, dan adanya nyeri punggung.

Sementara itu, wanita juga merasakan nyeri di bagian torso (dada, punggung, perut) mereka. Bisa di bagian tengah ataupun bawah yang acap kali disalahartikan sebagai sakit perut. Demikian dikatakan Goldberg dikutip dari Huffington post . “Gejala serangan jantung pada wanita berbeda dengan pria karena kondisi yang lebihbervariasi pada wanita,” ujar Dr Jennifer Mieres, seorang profesor kardiologis di Hofstra Northwell School of Medicine sekaligus juru bicara American Heart Association.

Sebagai contoh, pria lebih berisiko mengalami gangguan di arteri mereka, sedangkan pada wanita penyakit jantung koroner yang mereka derita disebabkan banyak hal. Termasuk penyakit jantung koroner nonobstruktif (yakni suatu kondisi arteri tidak tersumbat walau begitu tetap saja tidak dapat mengangkut darah secara efisien). Ataupun atherosclerosis, yaitu ketika arteri mengeras dan menyempit. Wanita rupanya juga sering menunda untuk mencari pertolongan ketimbang pria.

Satu studi menemukan, dibutuhkan sekitar 54 jam bagi wanita untuk menemui dokter seusai merasakan serangan jantung. Sementara pria hanya butuh waktu sekitar 16 jam untuk berkonsultasi dengan dokter. Pria secara umum mengalami serangan jantung pada usia yang lebih dini dan berhasil selamat. Adapun wanita lebih mungkin mengalami serangan jantung pada usia yang lebih tua dan berujung pada kematian.

Sri noviarni