Edisi 02-01-2017
Resolusi Musisi Pada 2017


GEISHA berencana manggung di Jepang, sedangkan band Wali dan D’MASIV punya rencana religius mendirikan 100 musala dan umrah bersama seluruh personel dan penggemarnya.

Grup musik Geisha menyongsong 2017 dengan optimistis lewat sejumlah rencana dan harapan. Salah satunya ingin manggung di Jepang. Bagi band asal Pekanbaru ini, bisa tampil di Negeri Sakura menjadi hal spesial karena nama band mereka terpengaruh istilah negara tersebut. “Semoga nanti bulan Mei.

Kalau Geisha ke sana, jadi lucu kali ya dan pas manggung pakai baju Geisha beneran yang memang jadi inspirasi kami memberikan nama band ini,” kata Momo saat acara malam pergantian tahun, Gempita 2017, di Pantai Karnaval Ancol kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (31/12). Resolusi lain yang ingin diwujudkan band yang diawaki Momo (vokalis), Roby (gitaris), Aan (drummer), Nard (bassis), dan Dhan (keyboardis) ialah tetap bisa eksis dan terus menciptakan karya-karya yang lebih segar.

“Buat kami, yang pasti lebih disiplin, punya pola pikir lebih maju, bisa semakin eksis, keluarkan karya yang ditunggu orang, lebih fokus dan kreatif. Mudah-mudahan banyak hal yang menyenangkan pada 2017 dan dijauhkan dari hal yang kurang baik,” kata vokalis pemilik nama lengkapNarova Morina Sinaga ini. Sepanjang 2016, Geisha memang cukup baik menjaga eksistensinya.

Lewat single Sementara Sendiri dan Lagu Cinta, band ini mampu merajai berbagai tangga lagu dan terpilih menjadi soundtrack film layar lebar. Dalam kesempatan yang sama, band Wali pun menyambut tahun 2017 dengan sejumlah rencana kegiatan yang tidak hanya fokus di dunia musik, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial.

Lewat Yayasan Wali Care, mereka berencana melanjutkan kegiatan merenovasi 100 musala yang tersebar di wilayah Jabodetabek. “Saat ini sudah terealisasi empat musala. Kami memang bukan membangun dari nol, tapi lebih ke renovasi,” ungkap Apoy selaku pimpinan dan gitaris Wali. Selain merenovasi, kata Apoy, grup yang punya lima personel ini juga memberikan fasilitas dan perlengkapan untuk mendukung kegiatan ibadah para jamaah, seperti Alquran dan mukena.

“Sekarang yang kami renovasi ada yang kami hancurin temboknya, yang enggak layak. Fisiknya perlu dirombak, ya kami rombak. Fokus juga di interior. Kami juga kasih perlengkapan salat, sajadah, juga jam,” katanya. Dengan kegiatan renovasi masjid ini, grup band yang hampir seluruh personelnya merupakan alumnus pesantren ini pun berharap dapat membuat umat muslim lebih nyaman dalam beribadah.

“Teman-teman tergerak hatinya membuat kebaikan. Insya Allah dengan semangat yang ada, kami bisa mewujudkan niat baik teman-teman,” tandasnya. Apoy mengaku, kegiatan ini memberikan nilai positif bagi rekan-rekannya. Dia sangat senang karena kegiatan ini ternyata mendapatkan sokongan dari salah satu label produk muslim asal Bandung.

Mirip Wali, band D’MASIV berencana umrah bersama seluruh personel band beserta beberapa Massivers (fans D’MASIV). Ibadah umrah rencananya dilakukan pada Maret 2017 bertepatan dengan ulang tahun band ini. “Kami bersyukur dengan pencapaian 2016 lewat album baru “Orange” yang bisa memecahkan rekor Muri,” ujar Rian selaku vokalis D’MASIV.

Pemilik nama lengkap Rian Ekky Pradipta ini pun menjelaskan bahwa keinginan atau impian menjalankan ibadah umrah bersama seluruh personel band ini dilatari saat merilis lagu religi. Tidak hanya itu, selama 2017 mereka juga rencananya masih melanjutkan tur album terbaru di beberapa kota di Indonesia “Keinginan untuk umrah bersama ini sudah sejak tahun lalu ketika kita merilis lagu religi dan rencana terdekat pengin mau buat tur “Orange”, tapi rencana ini masih digodok semoga bisa terealisasi,” kata Rian membocorkan sedikit rencana lain tahun depan.

Penyanyi solo Tulus pun memiliki resolusi yang ingin dicapainya pada 2017. Jika pada 2016 dia berhasil membiasakan tidur secara teratur, pada tahun depan pelantun lagu Gajah ini ingin giat berolahraga. “Karena teman-teman saya pada olahraga, saya pengen lebih fit aja. Olahraga itu memang kerasa untuk manggung. Kalau untuk berat badan, saya sudah pasrah.

Lihat aja nanti Juni kurusan apa enggak,” kata penyanyi berdarah Minangkabau ini. Resolusi itu dibuat pelantun lagu Jangan Cintai Aku Apa Adanya ini bukan untuk menurunkan bobotnya, tetapi untuk keperluan manggungnya. Tulus merasakan betul khasiat olahraga terhadap staminanya saat bernyanyi.

thomasmanggalla