Edisi 02-01-2017
Menerapkan Kebiasaan Tidur Yang Baik Bagi Anak


TIDUR bagi anak bukan hanya mengistirahatkan fisik. Menidurkan anak pada jam biologisnya dan menerapkan waktu tidur yang teratur juga sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

Kebiasaan tidur yang cukup baik pada siang maupun malam hari dapat memengaruhi tumbuh kembangnya, khususnya perkembangan otak, di mana otak justru bekerja aktif ketika anak terlelap. Penelitian mengungkapkan bahwa menidurkan anak tidak pada jam biologisnya justru dapat memicu gangguan tidur. Para peneliti menganalisis kebiasaan tidur 14 anak yang berusia 30-36 bulan selama enam malam.

Mereka menemukan perbedaan waktu saat level melatonin atau dikenal hormon yang mempengaruhi tidur mulai muncul pada malam hari. Kenaikan level melatonin mengindikasikan hari sudah mulai malam hingga jam biologis tubuh. Rata-rata level melatonin anakanak mulai naik pukul 19.40 atau sekitar setengah jam sebelum waktu tidur. Anak-anak lazimnya mulai terlelap sekitar 30 menit setelah mereka berangkat tidur.

Namun, beberapa anak diajak tidur sebelum kadar melatonin mereka naik. Anakanak ini justru membutuhkan waktu 40-60 menit sebelum akhirnya tertidur. Hal ini diungkapkan tim peneliti dari Universitas Colorado di Boulder, Amerika Serikat, dilansir dari healthday . “Bagi anak-anak ini, hanya berbaring di kasur selama beberapa lama malah membuat mereka terjaga,” kata ketua peneliti Monique LeBourgeois, asisten profesor di Departemen Integrative Physiology.

Monique mengatakan, alhasil anak tersebut memiliki risiko insomnia. Studi ini dipublikasikan pada Desember di jurnal Mind, Brain, and Education. “Ada penelitian lain yang merujuk tentang bagaimana fisiologis anak dapat berkontribusi terhadap gangguan tidur,” kata Monique. Tidur bukan pada jam biologis anak justru memicu masalah sulit tidur seperti insomnia yang umum dialami orang dewasa.

Monique menyebutkan, kira-kira 25% anak bayi dan usia prasekolah mempunyai kesulitan tidur pada jam yang rutin. Hal ini berujung pada berbagai masalah, seperti kesulitan tidur, menolak untuk tidur, marah, memanggil-manggil dari kasur, bolak-balik minta minum atau pergi ke kamar kecil. Menyiasati hal ini, Monique mengatakan, jika anak menolak untuk ditidurkan, mungkin saja dia memang secara fisiologis belum siap tidur pada saat itu.

Sementara itu, penelitian lain tentang kebiasaan tidur yang dipaparkan jurnal Pediatric Amerika Serikat membuktikan bahwa anak yang mempunyai waktu tidur tidak teratur memiliki masalah pada perilakunya. “Waktu tidur yang tidak teratur membuat tubuh merasa seperti jetlag, tidak konsisten, dan terusmenerus berubah.

Tubuh kita akan bingung dengan jadwal tidur yang tidak teratur,” ujar Yvone Kelly dari Universitas London dikutip dari realcler . Padahal, perkembangan anak sejak dini dapat memengaruhi hidupnya kelak. Para peneliti dari Inggris juga melakukan penelitian pada jam tidur sedikitnya 10.000 anak berumur 3, 5, dan 7 tahun.

Anak berusia 3 tahun adalah yang paling bermasalah dengan jam tidur. Karena usia yang masih dini itu, orang tua tidak bisa menyuruh mereka tidur begitu saja. Penelitian juga membuktikan bahwa anakanak yang tidur di atas pukul 21.00 juga bisa mengalami gangguan perilaku.

Untuk membantu menidurkan anak, pilihkan baju tidur yang tidak terlalu ketat dan bahan yang tidak terlalu panas atau dingin agar anak merasa nyaman. Beberapa saat sebelum tidur, hindari aktivitas yang terlalu aktif bagi anak, seperti melompat-lompat atau menonton TV. Aktivitas yang lebih santai, seperti membaca atau menggambar, akan menenangkan anak.

sri noviarni