Edisi 02-01-2017
Total Knee Gunakan Bantuan Komputer


PADA dasarnya ada dua macam permasalahan lutut, yakni perkapuran dan cedera olahraga. Perkapuran merupakan kelainan pada tulang rawan sendi.

Ini yang sering disalahartikan masyarakat awam dengan “kurang cairan” pada lutut seperti mesin yang kurang oli karena telah menahun digunakan. “Padahal, olinya malah berlebih, jangan disamakan dengan mesin. Kenapa menimbulkan bunyi? Karena permukaan sendinya sudah tidak rata.

Tulang rawannya sudah rusak,” ungkap dr L Andre Pontoh SpOT (K) dari Sport Medicine RS Pondok Indah, Pondok Indah, dalam Seminar Inovasi Teknologi Medis RS Pondok Indah Group dari Masa ke Masa. Dia menuturkan, sekarang operasi penggantian sendi lutut atau total knee telah menggunakan bantuan komputer atau computer asissted surgery .

Perubahan lain yang terjadi pada operasi penggantian sendi lutut adalah pada implan yang digunakan. Dr Andre mengatakan, dulu implan biasanya menggunakan titanium yang dapat bertahan selama lima tahun, kemudian harus diganti. Sekarang implan yang digunakan adalah keramik yang memiliki ketahanan selama 30 tahun, meski memang lebih mahal.

Masalah lain yang sering dihadapi adalah robeknya ligamen pada lutut. Dulu untuk mengatasi masalah ini akan dilaku - kan operasi terbuka yang menyebabkan luka besar. Dengan artoskopi, luka pada pasien kecil. Material yang dipakai berupa baut untuk operasi yang ditanam dalam lutut juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya digunakan besi, kini bahan plastik yang dipakai.

Sebelumnya dengan besi, pasien akan merasakan ngilu ketika udara dingin. Ketika melewati metal detector di bandara, misalnya, akan berbunyi. Sebaliknya, dengan bahan sekrup plastik, dalam jangka waktu tiga tahun akan lumer atau diserap tubuh sehingga tidak perlu dicabut lagi. Pemulihan akan memakan waktu hanya enam bulan dan pasien bisa beraktivitas kembali. Lutut menjadi bagian tubuh yang bekerja keras saat beraktivitas, terutama saat berolahraga seperti lari.

Beban pada lutut saat bekerja keras dapat menyebabkan cedera pada ligamen, yakni pita-pita keras yang menghubungkan tulang dengan tulang. Meskipun berperan penting dalam aktivitas seharihari, lutut merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat rawan, mulai pengapuran atau osteoporosis hingga kerusakan akibat cedera, terutama pada kasus-kasus tertentu.

Sendi lutut tersusun dari sejumlah bagian, mulai tulang, otot, tulang rawan, hingga urat atau ligamen. Urat atau ligamen pada sendi lutut inilah yang kerap mengalami cedera. Setidaknya terdapat dua kelompok ligamen yang mendukung kerja lutut, yakni kelompok ligamen di luar sendi dan kelompok ligamen di dalam sendi.

(sri noviarni)