Edisi 03-01-2017
Penggiat Pemilu Dilibatkan dalam Tahap Wawancara


JAKARTA - Seleksi calon komi sioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memasuki tahap wawancara.

Tim Seleksi (Timsel) komisioner KPUBawaslu berencana melibatkan penggiat pemilu untuk mendapatkan calon terbaik. “Kita akan libatkan aliansi masyarakat penggiat pemilu untuk seleksi ini agar kemampuan calon komisioner dalam penyelenggaraan Pemilu benarbenarteruji,” kataanggotaTimsel komisioner KPU-Bawaslu Betty Alisjahbana di Jakarta kemarin. Dia menjelaskan timsel menilai penggiat pemilu baik secara individu maupun kelompok sangat concern dalam proses seleksi komisioner KPU-Bawaslu kali ini. Menurutnya, hal itu menunjukkan keinginan mereka agar calon komisioner terpilih adalah calon terbaik.

“Proses wawancara kami lakukansecara terbuka. Para penggiat pemilunantinya kamiberikan kesempatan untuk ikut mengajukanpertanyaan,” katanya. Saat ini pihaknya tengah membuka masukan masyarakat sampai waktu seleksi wawancara dilakukan. Meskipun belum dapat memastikan berapa masukan yang masuk, Betty mengatakan sudah cukup banyak yang diterima. “Perhatian masyarakat biasa saja, tapi cukup banyak yang masuk. Nanti kita akan bahas saat kumpul lagi,” katanya.

Selain mengumpulkan pendapat masyarakat, timsel juga tengah meminta penelusuran rekamjejakKPK, PPATK, danBIN. Hal ini sebagai bahan wawancara nantinya.“Selainitu, jugaakankita klarifikasi. Jadi, tergantung dari hasilitu,” ungkapnya. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II Ahmad Riza Patria meminta timsel untuk aktif menelusuri rekam jejak para kandidat yang masuk seleksi tahap ketiga. Penelusuran rekam jejak sebagai salah satu cara melihat integritas para pendaftar.

“Saya kira timsel harus melihat secara detail rekam jejak, bagaimana sosok pendaftar ini sebelumnya,” ungkapnya. Bahkan menurutnya, timsel perlu melakukan penelitian di lapangan untuk memastikannya. Hal ini menurutnya belum dilakukan oleh timsel. Apalagi selama ini hanya membaca daftar riwayathidup. “Tidakadapengecekan ataupun penelitian lebih lanjut ke lapangan. Saya kira pada tahapan ini perlu dilakukan setidaknya dengan bertanya dengan detail kepada orang-orang yang mengenal calon,” ujarnya. Di sisi lain, dia menilai timsel perlu mendorong agar masyarakat terlibat aktif dalam memberikan masukan.

“Masyarakat kurang aware dengan hal ini. Maka sebagai panitia seleksi harus mencari solusi untuk mendorong,” katanya.

Dita angga



Berita Lainnya...