Edisi 11-01-2017
Gelar Pemain Terbaik Lengkapi Tahun Emas CR7


ZURICH – Cristiano Ronaldo melengkapi perjalanan emasnya sepanjang 2016 dengan anugerah pemain terbaik dunia, menyingkirkan dua rivalnya—Lionel Messi dan Antoine Griezmann, dalam The Best FIFA Football Awards di Zurich, Swiss, dini hari kemarin.

Ini bukan yang pertama kali bintang 31 tahun tersebut didaulat menjadi yang terbaik oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Sebelumnya, dia pernah tiga kali mencium penghargaan serupa pada 2008, 2013, dan 2014. Namun, gelar kali ini lebih berkesan karena mengiringi rentetan suksesnya sepanjang tahun lalu. Ya, 2016 menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah pemain berjuluk CR7 itu.

Pada periode tersebut dia sukses menggapai mimpinya membawa tim nasional Portugal meraih salah satu trofi utama, yakni Piala Eropa 2016. Bersama Real Madrid, Ronaldo juga berjaya meraih trofi Liga Champions 2015/ 2016, Piala Super Eropa, dan terakhir titel Piala Dunia Antarklub, Desember lalu. ”2016 merupakan tahun terbaik saya sepanjang karier. Saya banyak diragukan, tapi pada akhirnya rentetan trofi itu berbicara.

Juara Piala Eropa 2016 dengan tim nasional, memainkan peran penting di dalamnya, dan itu titel pertama buat Portugal menjadikan 2016 tahun sangat spesial,” ucap Ronaldo, dikutip situs resmi FIFA. ”Selain itu, ada juga trofi Liga Champions bersama Real Madrid, kemudian Piala Dunia Antarklub pada akhir tahun.” ”Benar-benar tahun spektakuler. Tak ada keraguan, ini adalah yang terbaik sejak saya mulai bermain sepak bola,” lanjutnya.

Sepanjang satu tahun kalender lalu, Ronaldo mengepak 55 gol dari 57 penampilannya bersama klub dan negara. Dia berperan besar dalam menghadirkan trofi buat Madrid dan tim nasional Portugal menyingkirkan dua rivalnya, Messi dan Griezmann. Di final Piala Eropa 2016, dia membungkam tuan rumah Prancis yang dimotori Griezmann yang juga memuncaki daftar top skor dengan enam gol serta menjadi pemain terbaik di turnamen itu.

Hal serupa kembali terjadi pada final saat CR7 mempersembahkan trofi ke-11 di Liga Champions untuk Madrid, setelah pada laga final mengalahkan Atletico Madrid yang dibela Griezmann melalui adu penalti. ”Pencapaian ini sungguh luar biasa dalam level personal. Sulit dipercaya. Saya tak akan melupakan tahun ini. Saya bangga dan bahagia.

Terima kasih untuk rekan-rekan setim untuk tahun luar biasa yang telah kami lewati bersama,” papar Ronaldo yang juga mengajak kekasih barunya, Georgina Rodriguez, ke pesta penganugerahan tersebut. Sayang, seremoni dini hari kemarin tidak dihadiri Messi dan rekan-rekannya di Barcelona yang juga masuk Tim Terbaik FIFA 2016. Para punggawa klub Katalan tersebut absen lantaran harus konsentrasi melakukan persiapan melakoni leg kedua 16 besar Copa Del Rey kontra Athletic Bilbao dini hari nanti.

”Saya menyayangkan beberapa pemain Barcelona tidak bersama kami di sini, tapi itu bisa dimengerti,” tutur Ronaldo. Ini pertama kali FIFA memperkenalkan trofi baru untuk pemain terbaik setelah enam musim belakangan merger dengan Ballon d’Or milik majalah Prancis France Football. Pemenangnya ditentukan beberapa kombinasi proses pemilihan, dengan 50% di antaranya berdasarkan pilihan kapten dan pelatih tim nasional sepak bola dari seluruh dunia.

Sementara 50% lainnya merupakan pilihan fans sepak bola melalui online, serta suara beberapa perwakilan media yang dipilih dari seluruh dunia. Total, ada sembilan kategori yang menerima penghargaan ini, yakni pemain pria terbaik, pemain wanita terbaik, pelatih pria terbaik, pelatih wanita terbaik, tim fair play, Outstanding Career, fans terbaik, FIFA Puskas Award, dan FIFA Best XI.

Selain Ronaldo sebagai pesepak bola pria terbaik, terpilih juga Carli Lloyd, striker tim nasional Amerika Serikat dan Houston Dash yang didaulat menjadi pemain wanita terbaik. Di bagian pelatih, nakhoda Madrid Zinedine Zidane, dan arsitek tim nasional Portugal Fernando Santos harus mengakui keunggulan Claudio Ranieri yang mampu secara mengejutkan membawa Leicester City menjadi kampiun Liga Primer Inggris.

Sementara di bagian wanita, pelatih tim nasional Jerman Silvia Neid menjadi yang terbaik. Yang mengejutkan juga saat pemain asal Malaysia Mohd Faiz Subri naik podium menerima penghargaan FIFA Puskas Award atas gol indahnya pada Piala Super Malaysia 2016, 16 Februari lalu. Untuk tim Fair Play dipilih klub Kolombia Atletico Nacional yang meminta kepada Federasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) menghadiahi klub Brasil Chapecoense sebagai juara Copa Sudamericana 2016, setelah mengalami kecelakaan pesawat menjelang laga final.

abdul haris

Berita Lainnya...