Edisi 11-01-2017
Izin Bangunan Terancam Dicabut


BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengancam akan mencabut Surat Izin Pelaksanaan Mendirikan Bangunan (SIPMB) Apartemen Grand Kamala Lagoon.

Hal itu terkait insiden kecelakaan kerja yang menewaskan Fajar Sidik, 21, pekerja setempat, Rabu (4/1) lalu. “Bisa saja surat SIPMB tersebut kita cabut, namun masih kita tunggu laporan dari pihak kontraktor,” kata Kabid Pengawasan dan Pengendalian, Dinas Tata Kota Bekasi Krisman Irwandi. Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Sudirman mengungkapkan, sebetulnya Surat Izin Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) bagi pembangunan apartemen Grand Kamala Lagoon sudah dikeluarkan.

Namun belum mengetahui apakah alat-alat K3 di pembangunan tersebut memenuhi standar kelayakan. “Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Kota Bekasi sekarang sudah dilimpahkan ke Provinsi Jawa Barat, sehingga kita tidak memiliki wewenang dalam pengawasan,” katanya. Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata mendesak kepada pengembang untuk bertanggung jawab terhadap korban dan keluarganya.

Project Director Grand Kamala Lagoon Putu Adi Priyatna berdalih tidak ada kelalaian dalam insiden itu, namun hanya unsur kesalahan manusia (human error ) dari pekerja. Dia pun berjanji akan menaati permintaan legislator Kota Bekasi untuk bertanggung jawab kepada keluarga korban.

abdullah m surjaya


Berita Lainnya...