Edisi 11-01-2017
Pemimpin Harus Hati-hati Membuat Keputusan Politik


JAKARTA- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan all out mendukung Pemerintah Jokowi- Jusuf Kalla (JK).

Seluruh kader diminta berperan optimal baik eksekutif maupun legislatif. Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat menyampaikanpidato politikHUTke-44 PDIP di Jakarta, kemarin. Dia mengingatkan kadernya agar hati-hati dalam mengambil keputusan politik. Salah mengambil keputusan bakal berdampak negatif bagi upaya menyejahterakan rakyat Indonesia.

”Kesalahan dalam keputusan politik tidak hanya berdampak bagi diri pribadi dan keluarga. Kesalahan tersebut berdampak pada kehidupan seluruh rakyat,” katanya. Hadir dalam acara tersebut Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri Kabinet Kerja, pimpinan partai politik pendukung pemerintah, dan pimpinan lembaga negara. Adapun peserta yang hadir dalam HUT ke-44 sebanyak 5.000 yang terdiri dari fungsionaris DPP, DPD, DPC, PAC, dan Ranting PDIP, serta sayapsayap partai seperti Baitul Muslimin Indonesia, Relawan Perjuangan Demokrasi dan Banteng Muda Indonesia.

Agenda HUT juga sekaligus mencanangkan Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan dan penganugerahan ISO 9001-2015 atau sertifikat standar internasional tentang manajemen mutu dari International Certification Services Management Indonesia. Kepada para kadernya di eksekutif, Megawati menyarankan agar mereka meluangkan waktu untuk merenung, untuk mengetahui sudah tepatkah langkah-langkah yang kalian ambil atas jabatan yang telah diberikan oleh rakyat, ataukah justru sebaliknya.

Jangan justru menjadibagiandari orang-orang yang menindas dan menyengsarakan rakyat dengan kekuasaan yang sebenarnya justru merupakan amanah dari rakyat. ”Saya tegaskan kembali, sebagai ketua umum partai, instruksi saya kepada kalian adalah menyejahterakan rakyat, bukan sebaliknya. Kebinekaan harus disertai dengan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menegaskan PDIP selalu ikut dan berdiri kokoh menjaga jalannya pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla sebagai pemerintahan yang terpilih secara konstitusional. Keduanya merupakan syarat mutlak atas tanggung jawab sejarah yang harus dituntaskan sekaligus sebagai konsekuensi ideologis yang mengakui Pancasila 1 Juni 1945 sebagai ideologi bangsa.

Dalam HUT ke-44 yang mengambil tema ”PDIP: Rumah Kebangsaan untuk Indonesia Raya” itu, Megawati menegaskan kembali bahwa PDIP tetap memilih jalan ideologis. Dia menginstruksikan para kader untuk menjadi ”Banteng Sejati” di dalam membela keberagaman dan kebinekaan. ”Berdirilah di garda terdepan, menjadi tameng yang kokoh untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saya yakin, TNI dan Polri akan bersama kita dalam menjalankan tugas ini, dan tidak akan memberi ruang sedikit pun pada pihak-pihak yang anti Pancasila dan anti demokrasi Pancasila. Apresiasi saya kepada TNI-Polri yang telah berani bersikap tegas dalam menyikapi pihak-pihak tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutan menyampaikan, hadir dalam acara ulang tahun PDIP ke-44 ini mengingatkan ketika acara penetapan 1 Juni sebagai hari Lahir Pancasila di Bandung tahun lalu. ”Hari lahir ideologi yang jadi jiwa bangsa Indonesia, ideologi yang mempersatukan kita dalam satu rumah kebangsaan Indonesia, ideologi yang menjadi ruh utama pergerakan PDIP sebagai partai ideologis,” katanya.

Seusai acara, di hadapan wartawan, Jokowi memberikan pujian khusus kepada Megawati. Dia menyebut ketua partai terlama di Indonesia itu sebagai pejuang demokrasi. ”Ya, kan jelas ya. Bahwa Ibu Megawati itu kan Pejuang Demokrasi. Artinya apa? Yang tidak demokratis, yang mengganggu pasti beliau lawan. Tuh prinsip itu,” kata Presiden.

rahmat sahid




Berita Lainnya...