Edisi 11-01-2017
Pencairan Gaji ASN Tak Perlu Tunggu Pelantikan Pejabat Baru


JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengambil langkah cepat dalam merespons keterlambatan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) akibat perampingan organisasi perangkat daerah (OPD).

Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (PMDN) Nomor 109/2016, pemerintah daerah bisa membayarkan gaji ASN tanpa menunggu pelantikan pejabat baru. ”Intinya, uang telah tersedia, dan DAU (dana alokasi umum) tanggal 26 Desember sudah masuk ke rekening kas umum daerah sehingga dengan PMDN sebagai payung gaji ASN bisa segera dibayarkan,” kata Mendagri Tjahjo Kumolo kepada KORAN SINDO di area HUT ke-44 PDIP di Jakarta kemarin.

Menurut Tjahjo, keterlambatan pembayaran gaji ASN di daerah lebih disebabkan terlambatnya kepala daerah melakukan pengukuhan dan pelantikan pejabat hasil perampingan OPD. Dia menyadari bahwa salah satu keterlambatan pengukuhan pejabat itu akibat pemberlakuan PP No 18/2016 tentang Perangkat Daerah.

Dalam PP tersebut diatur bahwa pembentukan dan susunan perangkat daerah ditetapkan dengan perda, yang berlaku setelah mendapat persetujuan dari menteri (Mendagri) bagi perangkat daerah provinsi, dan persetujuan dari gubernur sebagai wakil pemerintah pusat bagi perangkat daerah kabupaten/ kota. ”Dengan belum adanya pengukuhan dan pelantikan bisa dipastikan belum ada pejabat untukmelakukanotorisasipembayaran gaji,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gaji para PNS untuk bulan Januari 2017 di daerah hingga kemarin banyak yang belum cair. Misalnya di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, hingga kemarin para PNS-nya belum menerima gaji pada bulanini. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul Ryantono menerangkan, keterlambatan pembayaran gaji bukan karena uangnya tidak ada.

Namun proses untuk pencairan gaji itu membutuhkan dokumen yang lengkap, terlebih saat ini baru saja penataan OPD baru. ”Untuk mencairkan itu butuh tanda tangan kepala dinas dan bendahara gaji. Lha bendahara gaji itu satu paket dengan bendahara-bendahara lain,” urainya.

rahmat sahid

Berita Lainnya...