Edisi 11-01-2017
Resmi, Piala Dunia 2026 Diikuti 48 Peserta


ZURICH – FIFA resmi menambah jumlah peserta Piala Dunia 2026. Dalam voting yang dilakukan, kemarin, mayoritas anggota federasi sepak bola tertinggi dunia tersebut menyetujui proposal Presiden FIFA Gianni Infantino mengubah jumlah peserta Piala Dunia menjadi 48 tim dari 32 kontestan.

Sebelum voting dilakukan, 211 anggota asosiasi memiliki beberapa opsi, format 40 kontestan, 48 peserta, dan yang terakhir tetap memiliki model yang sudah berjalan selama ini, 32 negara. Infantino termasuk pendukung format 48 negara, sedangkan jumlah 40 kontestan berasal dari usulan presiden FIFA sebelumnya, Sepp Blatter.

Hasilnya, mayoritas anggota memilih 48 peserta yang akan dijalankan pada Piala Dunia 2026 yang kemungkinan digelar di Amerika Utara. Dengan penambahan jumlah tersebut, ke-48 negara peserta akan dibagi dalam 16 grup di mana masing-masing akan dihuni tiga negara. Dua negara yang menempati posisi teratas di tiap grup berhak lolos ke babak 32 besar yang mengusung format knock-out.

Meski ada peningkatan jumlah pertandingan dari 64 menjadi 80, setiap tim tetap membutuhkan tujuh pertandingan untuk menjadi juara. ”Dewan FIFA dengan suara bulat telah memutuskan Piala Dunia diikuti 48 peserta dan mulai berlaku pada 2026. Detailnya akan diumumkan setelah proses pertemuan,” tulis FIFA dalam akun Twitter resmi mereka. Keputusan menambah jumlah peserta menjadi 48 tim, bukan tanpa alasan.

FIFA mengungkapkan hal itu diberlakukan demi kepentingan olahraga dan juga pemerataan finansial. Organisasi yang berdiri pada 21 Mei 1904 itu berkeinginan, penambahan peserta memberi kesempatan besar kepada negara-negara mencicipi tampil di Piala Dunia. Jika semua negara memiliki kesempatan besar untuk bisa tampil di ajang terbesar si kulit bundar tersebut, sepak bola di masing-masing negara bersangkutan akan mengalami peningkatan kualitas.

Adapun segi finansial, penambahan kuota diprediksi bakal menambah pundi-pundi uang FIFA sebesar Rp85,5 triliun atau meningkat Rp8,5 triliun dari jumlah pemasukan sebelumnya. Hanya, belum diketahui dari mana saja penambahan jumlah peserta. Namun, Asia disebut sebagai pihak yang paling diuntungkan dengan penambahan jumlah itu.

Beberapa analisis menyebutkan, jika format ini membuat UEFA berpotensi mengirimkan 16 wakilnya dari sebelumnya 13, dan Asia mendapat jatah 8,5 tempat dari sebelumnya hanya 4,5. Legendaris sepak bola Argentina Diego Maradona menjadi salah satu yang memberi suara positif atas keputusan FIFA menambah jumlah kontestan pada Piala Dunia 2026.

Menurutnya, ekspansi jumlah peserta memberikan lebih banyak keuntungan pada negaranegara yang tidak pernah mencapai tingkat kompetisi (putaran final Piala Dunia). ”Kedengarannya seperti ide yang fantastis untuk saya. Saya yakin kualitas kompetisi tidak akan jatuh,” kata Maradona yang sukses mengantarkan Tim Tango meraih gelar Piala Dunia 1986. Tidak hanya Maradona, dukungan atas putusan FIFA juga datang dari mantan striker timnas Prancis, David Trezeguet.

Dia menilai kebijakan itu akan mewujudkan mimpi banyak pesepak bola. ”Kemungkinan untuk negara dan yang terutama untuk para pemain yang tidak pernah mengalami kompetisi (Piala Dunia) ini akan sangat indah,” tutur Trezeguet. Presiden Federasi Sepak Bola Kenya Nick Mwendwa juga memberi respons positif.

Melalui akun Twitter, dia meminta agar semua mulai bekerja agar bisa ke Piala Dunia. ”Piala Dunia diikuti 48 tim! Super. Mari bekerja sekarang,” katanya. Pelatih Manchester United Jose Mourinho juga mendukung langkah FIFA. Menurutnya, tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa penambahan peserta membuat pemain harus menjalani lebih banyak pertandingan, kurang liburan, dan persiapan pramusim klub menjadi minim.

Menurutnya, ekspansi tidak berarti lebih banyak pertandingan. ”Saya lebih suka satu grup tiga tim. Dua pertandingan dan kemudian lolos ke babak sistem gugur atau pulang. Dengan cara ini, dua pertandingan grup sangat penting, maka tahap sistem gugur adalah berikutnya yang membawa lebih emosi,” tuturnya. Penambahan peserta membuat Piala Dunia menjadi acara sosial yang luar biasa.

Lebih banyak negara, lebih banyak investasi di berbagai negara di bidang infrastruktur, dalam sepak bola muda. ”Lebih negara mengambil bagian berarti lebih semangat, lebih banyak kebahagiaan, lebih antusias. Lebih banyak negara berarti Afrika lebih, Asia, Amerika bersama-sama,” imbuhnya. Dukungan ini sekaligus menepikan kritik yang sempat muncul, di mana negara yang tergabung dalam Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) meragukan sistem ini.

Asosiasi Klub Eropa (ECA) mengatakan jumlah pertandingan saat ini dalam satu tahun sudah berada dalam tingkat yang tidak bisa diterima. Karena itu, mereka sempat mendesak FIFA agar tidak meningkatkan jumlah peserta Piala Dunia. Ketua ECA Karl-Heinz Rummenigge berharap agar semua harus memusatkan kembali ke olahraga. ”Politik dan bisnis sebaiknya tidak menjadi prioritas yang eksklusif dalam sepak bola,” kata Rummenigge.

maruf

Berita Lainnya...