Edisi 11-01-2017
Setnov Dicecar soal Pertemuan Fraksi


JAKARTA - Ketua DPR sekaligus mantan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Setya Novanto mengaku dicecar soal pertemuan ketua fraksi dengan Komisi II DPR oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diungkapkan Setya Novanto seusai menjalani pemeriksaan kedua sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi royek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun anggaran 2011-2012.

Kemarin Setya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai ketua Fraksi Partai Golkar untuk tersangka pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan e-KTP yang juga Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Ditjen Dukcapil Sugiharto. Setya Novanto memenuhi panggilan pemeriksaan sekitar pukul 09.32 WIB. Ketua Umum DPP Partai Golkar ini didampingi Juru Bicara DPP Partai Golkar Nurul Arifin dan tim kuasa hukum yang dipimpin Rudy Alfonso.

Setya merampungkan pemeriksaan sekitar pukul 13.35 WIB. Dia membenarkan, penyidik mengonfirmasi sejumlah pertemuan di DPR yang dihadiri ketua fraksi dan Komisi II. Dalam pertemuan tersebut terjadi penyampaian informasi normatif soal proyek e-KTP. “Itu (pertemuan) hanya klarifikasi berkaitan saya sebagai ketua fraksi, ada pimpinan Komisi II untuk menyampaikan. Tapi, semua yang disampaikan hanya normatif.

Ya , karena Komisi II dan departemen itu (Kemendagri) yang saya tahu normatif saja,” ungkap Setya di depan Gedung KPK, Jakarta, kemarin. Selain Setya Novanto, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan Anas Urbaningrum dalam kapasitas sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat saat itu dan terpidana pemilik Permai Group M Nazaruddin. Anas tiba di KPK dari Lapas Sukamiskin, Bandung, pada pukul 14.40 WIB.

Anas yang mengenakan topi dan masker enggan menjawab pertanyaan wartawan soal pemeriksaannya. “Nanti, nanti,” ujar Anas. Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan Setya Novanto dalam kapasitas sebagai ketua Fraksi Partai Golkar dan Anas Urbaningrum selaku ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto. Sedangkan Muhammad Nazaruddin tidak bisa hadir karena sakit.

Selain itu, penyidik juga memeriksa tiga saksi untuk tersangka mantan Dirjen Dukcapil yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Mendagri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Irman. Ketiganya adalah Vidi Gunawan (wiraswasta), Direktur PT Cahaya Wijaya Kusuma sekaligus Direktur PT Murakabi Sejahtera Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan Dedi Prijono (wiraswasta Home Industri Jasa Electroplating).

“Pemeriksaan Setya Novanto kali ini lebih didalami lagi terkait pertemuan-pertemuan yang dihadiri saksi di sejumlah tempat diJakarta. AdadikantorDPRdan pertemuan di sejumlah hotel. Itu yang dikonfirmasi kembali ke Setya Novanto,” ungkap Febri saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, tadi malam. Dalam pemeriksaan kemarin, Setya juga dipertemukan dengan seorang saksi yang terkait proyek e-KTP.

Namun, Febri mengaku tidak bisa mengungkap identitas saksi tersebut. Dia belum mau memastikan apakah saksi tersebut adalah Andi Agustinus alias Andi Narogong. “Pada prinsipnya itu untuk memastikan apakah pertemuan-pertemuan tersebut dihadiri oleh saksi Setya Novanto atau tidak. Untuk hotel tempat pertemuan, tidak bisa saya konfirmasi,” paparnya.

Mantan Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) ini membeberkan, pertemuan- pertemuan yang dikonfirmasi ke Setya Novanto ada hubungannya dengan proses awal proyek e-KTP hingga implementasinya di lapangan, baik terkait pembahasan anggaran maupun proses tender proyeknya.

Febri memaparkan, konfirmasi ulang dan lanjutan terkait dengan pertemuan-pertemuan ke Setya Novanto dimaksudkan agar membuat utuh dan terang terkait peristiwa pidana hingga proyeke-KTP senilai hamper Rp6 triliun bisa merugikan negara sekitar Rp2,3 triliun.

“Jadi, agar proses ini makin utuh dan untuk pengembangan-pengembangan perkara ini,” ujarnya. Menurut Febri, secara keseluruhan saksi dalam kasus e- KTP sudah diperiksa sebanyak 250 orang. Ke depan masih akan ada lagi yang diperiksa. Untuk pemeriksaan Anas Urbaningrum terkait e-KTP, KPK sudah menitipkan Anas selama empat hari diRutanKPKyangterletak di Pomdam Jaya Guntur.

sabir laluhu


Berita Lainnya...