Edisi 11-01-2017
Kue Keranjang Dibanjiri Order


TEGAL - Menjelang Tahun Baru Imlek, perajin kue keranjang di Kota Tegal mulai kebanjiran pesan dari berbagai daerah. Perajin terpaksa menaikkan harga karena naiknya harga sejumlah bahan baku.

Salah satu perajin kue keranjang di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Mindayani Wirjono, mengatakan, pesanan kue keranjang mulai ramai sejak awal Januari. ”Lebih ramai nanti kalau sudah mulai dekat-dekat Imlek,” ucapnya kemarin. Pesanan kue keranjang yang diproduksi Mindayani tidak hanya datang dari Kota Tegal.

Pesanan juga berasal dari berbagai daerah lain, seperti Cirebon, Solo, Semarang, hingga Bandung. Rata-rata sekali pengiriman bisa mencapai 100 dus dengan tiap satu dus berisi 10 kilogram kue keranjang. ”Pesanan kebanyakan dari luar daerah. Dari luar Jawa sampai Lampung pernah. Kalau dari Tegal, pembeli ada yang datang sendiri,” ujarnya. Imlek tahun ini Mindayani mengaku menaikkan harga kue keranjang yang dia produksi.

Kenaikan ini salah satunya karena naiknya harga sejumlah bahan baku pembuatan, seperti gula pasir dan tepung. Kenaikan ini juga agar gaji para karyawan bisa ikut dinaikkan. ”Harga naik Rp1.000. Dari sebelumnya Rp16.000 (per kilogram),” ucapnya. Mindayani sudah menggeluti bisnis rumahan pembuatan kue keranjang sejak 30 tahun yang lalu.

Tiap menjelang Imlek, rumahnya yang berada di Jalan Blimbing Nomor 84, Kelurahan Pekauman diwarnai kesibukan proses pembuatan kue keranjang. ”Pembuatannya hanya saat mau Imlek saja. Setelah Imlek ya libur karena pesanan datang hanya sebelum Imlek,” ungkapnya. Untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan tiap hari, Mindayani tiap hari mempekerjakan 13-15 orang karyawan.

Mereka berbagi tugas mulai dari membuat adonan kue dari tepung ketan dan gula putih, memasukan ke cetakan, mengukus, hingga melakukan pengemasan. Sehari pesanan pembuatan bisa 200-275 kilogram. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 4-6 jam. ”Yang paling lama itu proses mengukusnya,” paparnya.

Terdapat lima rasa kue keranjang yang dibuat Mindayani, yakni rasa orisinal, stroberi, vanila, kakao, dan pandan. Selain variasi rasa, dia juga memastikan kue keranjang yang dibuatnya mampu bertahan hingga satu tahun asalkan disimpan dengan baik. ”Kalau tidak kemasukan air atau bungkusnya tidak rusak, ya bisa tahan lama,” tandasnya.

farid firdaus

Berita Lainnya...