Edisi 11-01-2017
Panggung Pemain Muda


SEMARANG–Pembatasan usia di kompetisi Divisi Utama menjadi kesempatan pemain muda untuk tampil reguler sepanjang musim 2017. Regulasi anyar ini sejalan dengan visi sejumlah klub yang fokus pada regenerasi pemain.

Pada Kongres Tahunan PSSI di Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/1), diputuskan klub Divisi Utama hanya boleh merekrut lima pemain minimal berusia 25 tahun. Sisa skuad wajib diisi pemain berusia di bawah 25 tahun. Regulasi ini sangat menguntungkan pemain muda karena peluang bermain terbuka lebar. ”Jika lima pemain senior tampil, enam pemain lain di bawah usia 25 tahun.

Jadi, kesempatan pemain muda lebih banyak tampil. Ini sangat baik untuk regenerasi pemain,” kata Direktur Teknik PSIS Semarang Setyo Agung Nugroho kemarin. Setyo mengaku sejauh ini belum menerima salinan keputusan PSSI terkait batasan usia pemain. Namun, dia meyakini perubahan regulasi tersebut sudah bulat.

Menurut dia, pembatasan usia dipahami mengingat visi dan misi ke PSSI ke depan untuk mengembangkan talenta muda sepak bola nasional. Ini sejalan dengan visi misi PSIS yang lebih menekankan pada pemberdayaan pemain usia muda dari Jateng. Sejak awal manajemen Mahesa Jenarsudah mengontrak pemainpemain yang berusia di bawah 25 tahun.

”PSIS memang klub yang ingin mencetak bibit-bibit pesepak bola andal. Sejak awal kami merekrut banyak pemain muda,” ucapnya. Selain melanjutkan kontrak empat pemain muda, yakni Dani Raharjanto, Tegar Pribadi, Ahmad Agung Setya Budi, pemain muda debutan 2016, Jordan Foranda, juga masih dilirik Mahesa Jenar.

Dua pemain eks PON Jateng yang masih berusia di bawah 23 tahun, yakni kiper Feri Bagus dan Rio Saputra juga dipastikan ikut memperkuat skuad musim 2017. Selain itu, pemain profesional wajah baru dengan usia di bawah 25 tahun, seperti Juni Riyadi, Saddam Hendra Sudarma, Ilham Afril, Imam Baihaqi juga telah resmi dikontrak.

”Kami masih menunggu salinan putusan pembatasan usia, termasuk kepastian jadwal kick-off. Indonesia Super League (ISL) kabarnya 26 Maret dan Divisi Utama 20 Maret mendatang. Tapi, kami belum dapat penjelasan resmi dari PSSI,” ungkapnya. Terpisah, Sekretaris Umum PSIM Yogyakarta Jarot Sri Kastawa mengaku pembatasan jumlah pemain berusia 25 tahun dalam tim tidak menjadi soal.

Musim lalu usia para pemain tim berjuluk Laskar Mataramini rata-rata 22 tahun. Kaitannya dengan hal itu, pihak manajemen dan pelatih pun menggelar rapat persiapan tim pada Selasa (10/1). Hal senada disampaikan Manajer Tim Persiba Bantul Endro Sulastomo. Regulasi baru tersebut dinilai dapat memberikan kesempatan kepada pemain muda.

Pihaknya pun akan memaksimalkan hal ini dengan merekrut para pemain lokal asal Bantul dan sekitarnya. ”Ini kesempatan bagi pemain muda untuk unjuk gigi dalam kompetisi. Selama ini mereka kesulitan bersaing dan harus menghuni bangku cadangan,” katanya. Berbeda dengan PSIS, PSIM, dan Persiba, regulasi pembatasan usia pemain membuat manajemen PSS Sleman harus merombak ulang skuadnya.

Pada Turnamen Indonesian Soccer Championship (ISC) B 2016, tim asal Daerah Istimewa Yogyakarta ini diperkuat mayoritas pemain berusia di atas 25 tahun. Pelatih Kepala PSS Sleman ISC B 2016 Seto Nurdiyantoro pun menyarankan kepada manajemen supaya pemain-pemain senior yang kerap menjadi startertetap dipertahankan.

Berdasarkan catatan, dari 11 pemain yang berusia di atas 25 tahun pada musim lalu, tujuh di antaranya kerap menjadi tumpuan tim yang menjadi runner-upISC B 2016 ini. Mereka adalah Agung Pras (28) posisi kiper, Waluyo (33), dan Eko Pujianto (27) posisi center back, Denny Rumba (31) posisi wingback, Mahadirga Lasut Maranando (28) posisi gelandang bertahan, Busari (30) posisi gelandang serang, dan Riski Novriansyah (27) posisi striker.

“Dengan regulasi yang berbeda itu, pemain di atas usia 25 tahun yang layak dipertahankan yasebaiknya pemain yang sering main atau banyak bermain (di turnamen lalu). Dan, melengkapi sejumlah posisi yang ada masingmasing,” ujarnya kemarin. Direktur Operasional PT Putra Sleman Sembada (PSS) Rumadi selaku pengelola PSS Sleman mengatakan, pihaknya langsung bertindak cepat dengan mencari pemain yang diinginkan dan sesuai aturan regulasi yang ada.

Setidaknya ada enam hingga tujuh pemain baru yang sudah dihubungi tim berjuluk Laskar Sembadaini. Dia menargetkan tim sudah terbentuk paling lambat pekan ini, mengingat kompetisi Divisi Utama akan digelar pada 20 Maret mendatang.

arif purniawan/siti estuningsih

Berita Lainnya...