Edisi 11-01-2017
Pengerjaan Dikebut, Bisa Dilewati H-14 Lebaran


SLAWI – Proses pembangunan proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV (Brebes Timur-Tegal dan Tegal-Pemalang) terus dikebut meski masih menyisakan persoalan pembebasan lahan di beberapa titik.

Ruas jalan bebas hambatan itu ditargetkan sudah bisa dilewati kendaraan pemudik secara fungsional pada H-14 Lebaran meskipun pengerjaan konstruksi belum mencapai 100%. Saat arus mudik diharapkan jalan sudah berupa LC cor tipis di bagian lapisan bawah sehingga tidak berdebu dan becek. Saat ini pengerjaan konstruksi ruas seksi III dan IV sudah mencapai 25% dari total 37 kilometer (km) dari Brebes Timur hingga Pemalang.

“Pengerjaan konstruksi terus berjalan karena target Bapak Presiden bahwa sebelum Lebaran sudah bisa dilewati mulai dari Pejagan sampai Semarang,” kata Staf Legal PT Waskita Karya Narendra Aryo Bramastyo, kemarin. Proses pengerjaan konstruksi tak mengalami kendala berarti selain faktor cuaca.

Intensitas turun hujan tinggi menghambat proses pengurukan. Sebab pengurukan harus dilakukan dalam kondisi kering. “Idealnya, pengurukan dalam kondisi kering dari pengambilan di kwari ke mainroot (lokasi konstruksi). Tapi itu bisa disiasati oleh kontraktor yang di lapangan,” ucapnya. Disinggung terkait belum tuntasnya proses pembebasan lahan karena ada warga yang mengajukan gugatan hukum, Narendra mengakui hal itu membuat pengerjaan konstruksi harus menunggu hingga ganti rugi dibayarkan.

Secara umum dia menilai proses pembebasan lahan berjalan lancar karena warga sepakat dengan harga ganti rugi yang ditetapkan. “Memang informasinya ada yang sedang proses kasasi. Jadi kami menunggu sampai sudah dibebaskan. Selain mengerjakan fisik, tetapi harus mematuhi regulasi yang ada,” ucapnya. Narendra menambahkan, selain pengurukan, tiang pancangjugamulaidipasangdibeberapa sektor.

Termasuk pula pengecoran dan pembuatan jalan pedestrian di tepi ruas tol agar bisa dilalui warga. “Di beberapa sektor sudah dicor,” katanya. Seperti diketahui, Jalan Tol Pejagan-Pemalang seksi III (Brebes Timur-Tegal) dan seksi IV (Tegal-Pemalang) melintasi wilayah Kabupaten Tegal sepanjang sekitar 30 kilometer. Terdapat total 2.438 bidang tanah yang harus dibebaskan di 33 desa di enam kecamatan.

Lahan itu tersebar di seksi III (1.233 bidang atau seluas 764.158 meter persegi)‎ dan seksi IV (1.205 bidang atau seluas 1.402.342 meter persegi). Seksi III tersebar di 18 desa di Kecamatan Dukuhturi, Adiwerna, dan Talang. Sedangkan seksi IV berada di 15 desa di Kecamatan Tarub, Suradadi, dan Warureja.

Ketua Satgas B Pelaksana Pengadaan Tanah Tol Pejagan- Pemalang Makmuri mengatakan, proses pembebasan lahan menyisakan lahan milik empat warga yang mengajukan upaya hukum lanjutan terkait harga ganti rugi ke Mahkamah Agung (MA) setelah gugatan ke pengadilan ditolak. “Sampai saat ini putusan kasasi dari MA belum keluar. Apapun keputusannya, nanti kita jalankan. Yang jelas karena belum ada keputusan, maka ganti rugi belum bisa dibayarkan,” katanya kemarin.

Menurut Makmuri, kecuali lahan milik empat warga di Desa Karangjati, Kecamatan Tarub, dan Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, itu lahan yang harus dibebaskan di seksi III dan IV sudah dibayarkan ganti rugi seluruhnya. “Secara keseluruhan progres pembebasan lahan di seksi III dan IV sudah mencapai 98 persen.

Uang ganti rugi juga sudah dibayarkan,” katanya. Selain menunggu keputusan MA, Makmuri mengatakan, pihaknya juga masih menunggu petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan terkait proses pembebasan lahan untuk exit tol yang rencananya berlokasi di Desa Kalimati, Kecamatan Adiwerna. Terdapat lahan milik warga di lima desa yang harus dibebaskan untuk digunakan sebagai akses keluar tol di wilayah Kabupaten Tegal.

Lahan tersebut tersebar di Desa Gembong, Langgen, Pasangan, dan Pekiringan, Kecamatan Talang. Tim apprasial masih melakukan proses penaksiran harga ganti rugi di wilayah-wilayah itu. “Kami masih menunggu juklak dan juknis dari pusat untuk melaksanakan proses musyawarah. Kalau data pemilik lahan sudah ada semua, dan tim appraisal juga sudah turun,” katanya.

farid firdaus

Berita Lainnya...