Edisi 11-01-2017
Penyuap DPRD Kebumen Dijerat Pasal Gratifikasi


SEMARANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyidangkan kasus suap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan korupsi pembahasan dan pengesahan Anggaran Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen dalam APBD-P 2016 yang melibatkan Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhi Tri Hartanto dan Kabid Pemasaran pada Dinparbud Kebumen Sigit Widodo.

Kemarin, KPK menyidangkan salah satu tersangka yakni Direktur Utama PT OSMA Group, Hartoyo. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang tersebut, KPK Menjerat Hartoyo dengan pasal gratifikasi. “Terdakwa dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Jaksa KPK Dodik Sukmono.

Dalam dakwaannya, Dodik Sukmono menerangkan bahwa Hartoyo didakwa memberi atau menjanjikan sesuatu berupa uang kepada Yudhi Tri Hartanto selaku Ketua Komisi A DPRD Kebumen, Sigit Widodo selaku Kabid Pemasaran pada Dinparbud, dan Adi Pandoyo selaku Sekda. Suap diberikan terkait proyek Disdik Pemuda dan Olahraga yang bersumber dari anggaran Pokok Pikiran (Pokir) atau dana aspirasi Komisi A dan DAK dalam APBDP 2016.

“Dalam anggaran tersebut, Dinas Pendidikan mengusulkan anggaran sebesar Rp4,8 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan buku, alat peraga dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK),” ungkap jaksa. Diduga sudah ada sistemijon dalam proyek pengadaan buku tersebut yang dilakukan terdakwa agar dia yang menangani proyek itu.

Karena itu, terdakwa berani menjanjikan sejumlah uang kepada sejumlah pihak agar keinginannya tercapai, termasuk kepada anggota DPRD Kebumen agar APBDP itu disahkan. “Saat itu terdakwa menjanjikan sejumlah uang kepada anggota DPRD Kebumen.

Dia diminta memberikan fee sebesar 20% dari total anggaran, namun terdakwa hanya menyanggupinya sebesar 10% dari Rp4,8 miliar yakni Rp750 juta,” papar jaksa. Menanggapi dakwaan tersebut, terdakwa Hartoyo mengaku tidak keberatan. Dia tidak akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan tersebut.

andika prabowo

Berita Lainnya...