Edisi 11-01-2017
Warga Gotong Royong Benahi Rumah yang Rusak


PATI - Warga di tiga desa yang terkena angin puting beliung, yaitu Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong, Desa Gempolsari dan Soko, Kecamatan Gabus melakukan gotong royong dengan dibantu anggota TNI, polisi, dan relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kemarin.

Aksi ini dilakukan untuk mempercepat proses rehabilitasi bangunan rusak agar bisa ditempati kembali. Pasalnya, intensitas hujan yang cukup tinggi di tiga desa terdampak membuat warga khawatir tidak punya tempat mengungsi sementara jika rumahnya belum selesai diperbaiki. Dari informasi yang dihimpun, akibat angin puting beliung yang terjadi, Senin (9/1) pukul 16.00 WIB itu, setidaknya ada 1 rumah yang roboh dan 125 rumah lainnya mengalami rusak berat dan ringan.

Rinciannya, rumah rusak di Desa Bringinwareng berjumlah 85 dan 1 roboh, Desa Gempolsari 29 rumah, dan Desa Soko 11 rumah. Tak hanya rumah rusak, angin puting beliung tersebut juga mengakibatkan akses listrik di desa tersebut padam sejak, Senin (9/1). Bahkan hingga berita ini ditulis, pihak PLN belum memperbaiki listrik yang mati.

Kepala Desa Bringinwareng Mashudi mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mendata sejumlahkerusakanyangdialami warganya untuk mengetahui nilai kerugian yang diderita. ”Setelah didata, kami akan menyerahkan kepada pihak-pihak terkait agar bisa mendapatkan bantuan untuk membangun kembali rumah mereka,” ucapnya ketika ditemui di selasela kerja bakti warga.

Pihak desa memang tidak punya anggaran untuk membantu memperbaiki rumah para korban, makanya dia berharap pihak pemerintah bisa segera memberikan bantuan kepada warganya. ”Sementara ini warga menggunakan uang pribadi untuk memperbaiki rumahnya. Namun, kami akan berusaha mencarikan bantuan terutama untuk warga miskin,” paparnya.

Mashudi menambahkan, memang sudah banyak bantuan yang berdatangan. Namun, kebanyakan bantuan tersebut berupa bahan makanan, seperti beras, ikan, mi instan, bumbu masak, air mineral, dan bahan makananlain. Sementarauntukbantuan keperluan bangunan masih sedikit. ”Untuk bantuan yang sudah diterima nanti akan dibagi rata kepada warga,” ucapnya.

Salah satu korban yang rumahnya roboh, Parmi, mengaku pasrah dengan keadaan huniannya tersebut. Sebab, dia belum punya cukup uang untuk mendirikan rumahnya kembali. ”Sementara ini mengungsi ke rumah anak kami, sambil menunggu rumah tersebut selesai diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, warga lain bernama Nurminto mengaku sudah menghabiskan uang Rp3.5 juta untuk memperbaiki rumahnya. Uang tersebut digunakan untuk membeli genteng dan memperbaiki beberapa bagian rumah yang rusak.

MUH

Berita Lainnya...