Edisi 11-01-2017
Aceng Fikri Ajukan Zonasi Pertanian


TASIKMALAYA – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Barat Aceng Fikri mengajukan konsep zonasi pertanian untuk melakukan penanaman masing-masing komoditas sayuran dan holtikultura.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kembali lonjakan harga yang diakibatkan dengan minimnya pasokan dari petani akibat musim panen yang serempak. “Persoalan mahalnya harga cabai ini memang sangat menarik sebenarnya harus ada solusi yang baik dan menyeluruh.

Misalkan kebijakan zonasi sistem tanam tadi dilaksanakan dari pusat hingga daerah, jangan seperti sekarang ketika di tingkat petani panen itu dilempar ke pasar dengan tingkat persaingan yang kurang sehat. Yang jelas harus ada regulasi yang mengatur sistem pertanian ini sebenarnya, baru semua bisa terukur dan teratur dari hulu sampai hilir,” ungkap Aceng, kemarin.

Menurut mantan bupati Garut ini kedatangannya ke Kabupaten Tasikmalaya juga didasari dengan ketertarikannya dengan daerah ini yang mampu mewujudkan surplus produksi beras hingga 400.000 ton pada tahun 2016. “Nasional menargetkan swasembada beras dan disini sudah surplus sangat tinggi, makanya saya sangat tertarik dan berharap semua daerah bisa mewujudkannya sehingga target swasembada beras ini bisa tercapai,” kata Aceng.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Zen berpendapat, aturan zonasi seperti yang disampaikan anggota DPD RI Aceng Fikri dirasakan sulit dilaksanakan. Kecuali petani sepenuhnya mendapatkan bantuan modal untuk melaksanakan penanamannya, namun bila hanya dilakukan imbauan dan arahan saja tentu tidak bisa dipaksakan karena berkaitan pula dengan kebiasaan yang mereka jalani selama ini.

“Kalau sentra wilayah pertanian sebenarnya sudah ada, seperti Pagerageung, Kadipaten, Jamanis, Taraju, merupakan sentra cabai, wilayah lain sentra tanaman horti lainnya, namun tidak bisa dipaksakan kepada petaninya. Kecuali diberikan modal yang langsung diarahkan pemerintah, kalau sebatas himbauan dan arahan begitu saja saya pikir tidak akan terlaksana,” ujar Zen.

nanang kuswara

Berita Lainnya...