Edisi 11-01-2017
Dewan Minta Promosi Jabatan Dua PNS Dibatalkan


BANDUNG – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung Agus Gunawan meminta dinas terkait meninjau ulang promosi jabatan dua PNS yang diduga melakukan pungutan liar (pungli).

Bahkan, dia meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) membatalkan promosi tersebut, bila kedua PNS tersebut memang benar melakukan pelanggaran. “Dulu kan kepala sekolah yang melanggar diberi sanksi, sehingga kedua PNS yang diduga juga harus diberikan sanksi pelanggaran, bila memang mereka terbukti,” kata dia di Bandung kemarin.

Tak hanya mempertimbangkan tak memberi promosi jabatan, politisi dari Partai Demokrat itu juga merekomendasikan agar dua PNS itu diberi sanksi tegas oleh dinas terkait. “Kami harap Inspektorat Daerah dan Dinas terkait segera memberikan tindakan tegas. Tetapi jelas harus diverifikasi, kalau memang terbukti, ya orangnya harus diberi sanksi,” ujar Agus.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi mengatakan, agar hal tersebut tak menjadi fitnah, dia mendorong Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) memproses dugaan PNS pungli tersebut secara hukum. “Dalam hal ini, tentu membutuhkan pembuktian, sehingga ke depannya tak menjadi fitnah. Apakah barang buktinya dalam pembicaraan, uang, berkas tulisan.

Bila memang terbukti, Pemkot harus menghentikannya. Begitu juga sebaliknya, bila tak bersalah harus ada pengembalian nama baik,” terangnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) menduga ada aktor yang melakukan praktik siswa titipan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016.

Atas dugaan tersebut pihaknya melaporkan dua orang yang diduga melakukan tindakan tersebut kepada Zona Integritas dan Inspektorat Kota Bandung. Bahkan Fortusis memprotes keputusan promosi terhadap kedua terduga tersebut. Adapun dua oknum PNS yang diduga terlibat dalam aksi percaloan tersebut yakni, CD dan H.

Sekretaris Fortusis Bandung Saeful Rachman berharap, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meninjau kembali keputusan promosi jabatan keduanya. Apalagi keduanya tengah diproses terkait keterlibatan dalam kasus siswa titipan. Kedua PNS itu berinisial HS yang kini dipromosikan sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Pertama di Dinas Pendidikan Kota Bandung. Sedang lainnya CD menjadi Kepala Bidang di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung.

heru muthahari

Berita Lainnya...