Edisi 11-01-2017
Gubernur Naikkan TPP Guru SMA/SMK Rp600.000


BANDUNG – Pemprov Jabar menaikkan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) guru SMA/ SMK minimal Rp600.000 mulai tahun ini. Kenaikan tersebut diharapkan menambah penghasilan guru setiap bulannya.

“Mulai sekarang, guru setiap bulan ada tambahan penghasilan minimal Rp600.000,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Kota Bandung, kemarin. Selama ini, kata dia, sebelum alih kelola SMA/SMK dilakukan, TPP untuk guru itu hanya Rp150.000- 350.000 per bulan.

Namun demikian, TPP yang ditetapkan Pemprov saat ini, adalah angka kenaikan minimal. Sementara bagi daerah yang memiliki TPP di atas Rp600.000, mestinya tetap dipertahankan. Lebih lanjut Aher mengatakan, dengan adanya alih kelola SMA/SMK dari kabupaten/ kota ke provinsi, diharapkan menjadi momentum perubahan besar di bidang pendidikan.

Transparansi dalam mengelola pendidikan di Jawa Barat harus menjadi perhatian. Jangan sampai, lanjut dia, wibawa dunia pendidikan terus tercoreng oleh praktik ilegal pejabat di dalamnya. Pihaknya tidak ingin ada lagi pandangan buruk tentang dunia pendidikan di mata masyarakat. “Pandangan masyarakat kepada sekolah masih ada pungli atau menyangka analisa dari kejauhan ada pungli, kita harus hilangkan,” katanya.

Dia berharap dunia pendidikan ke depan benar-benar bersih dari penyimpangan. “Kami ingin membuang citra buruk dunia pendidikan dan menjadikan sekolah itu benar-benar bersih dari pungli dan korupsi,” katanya. Pihaknya bahkan berencana menghapus pengadaan seragam sekolah, baju olah raga, pramuka, batik, termasuk buku, oleh sekolah. Namun tetap akan disediakan di koperasi sekolah.

Sehingga siswa atau para orang tua dapat membeli langsung ke koperasi sekolah. “Tetapi kalau di koperasi kemahalan, siswa bisa beli di toko atau ke pasar. Terserah itu sudah pilihan. Daripada guru mengkoordinir sehingga ada prasangka korupsi di situ,” ujarnya. A her menambahkan, setelah adanya alih kelola ini, pemerataan guru akan dimaksimalkan.

Karena dia ingin terjadi pemerataan kualitas pendidikan di Jawa Barat. “Kami akan merancang kualitas lebih merata. Kami ingin kualitas SMA di Bandung, Sukabumi direplikasi ke sekolah lain,” ucapnya. Aher pun berharap, dugaan korupsi yang dilakukan mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Asep Hilman, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjadi pelajaran agar Dinas Pendidikan terbebas dari semua mafia pendidikan.

“Belajar dari persoalan itu, kami ingin jadikan Disdik tempat para idealisme pendidikan dan tenaga pendidik. Bukan mafia pendidikan,” kata Aher. Sebagaimana diketahui, mantan Kadisdik Jawa Barat Asep Hilman diduga melakukan korupsi pengadaan buku Aksara Sunda tahun anggaran 2010 dengan kerugian negara mencapai Rp3,9 miliar.

Hingga kini, telah ada dua tersangka pada kasus tersebut. Keduanya berasal dari Disdik Jabar. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi sangat menyambut baik arahan dari Gubernur Jabar. Sebagai kepala dinas yang baru, pihaknya akan berusaha memberikan yang terbaik.

Pihaknya berencana akan mempertajam jurusan di setiap SMK agar lulusannya lebih mudah bekerja. Pihaknya juga akan menjalin banyak kerja sama dengan perusahaan-perusahaan supaya mau menampung lulusan SMK asal Jawa Barat.

mochamad solehudin

Berita Lainnya...