Edisi 11-01-2017
Lima Atlet Jabar Positif Doping


BANDUNG – Lima atlet Jabar yang tampil di PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016, resmi dinyatakan doping. Hal itu disampaikan oleh PB PON dan Peparnas 2016 saat jumpa media di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (9/1).

Total sebanyak 14 atlet, 12 di antaranya yang berlaga di PON 2016 dan dua paralimpian atau atlet Peparnas 2016 terbukti positif doping setelah dilakukan pengujian dan tes sampel di New Delhi, India. Kelima atlet Jabar yang menggunakan doping tersebut, tiga di antaranya adalah atlet binaraga yakni Roni Romero (emas light fly weight -55kg), Zainal (perak light heavy weight +85kg), dan Iman Setiaman (bantam weight above -65kg).

Lalu Agus Waluyo, atlet menembak yang meraih emas nomor 300 m high power 3 position perorangan putra. Terakhir Cucu Kurniawan atlet atletik peraih medali emas Peparnas 2016 pada nomor lempar lembing F+54. Ketua Umum PB PON XIX dan Peparnas XV 2016 Ahmad Heryawan mengatakan, memastikan akan menjatuhkan sanksi kepada ke-14 atlet yang tersandung doping, yaitu pencabutan medali sekaligus tidak akan mendapatkan bonus yang sebelumnya sudah dijanjikan.

“PB PON akan memberikan sanksi sesuai dengan Pasal 9 peraturan anti-doping Indonesia yaitu didiskualifikasi,” ujar Aher. Selain itu, kata Aher, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) akan memproses lebih lanjut ke-14 atlet yang positif doping dengan membentuk Dewan Disiplin Anti-Doping yang anggotanya terdiri dari praktisi hukum olahraga, praktisi medis olahraga, pengurus olahraga yang berpengalaman tidak kurang dari lima tahun.

Sementara itu Wakil Ketua KONI Pusat Inugroho memberikan apresiasi kepada PB PON dan Peparnas 2016 terkait pengungkapan kasus doping ini. “Sesuai dengan peraturan Kemenpora akan segera dibentuk Dewan Disiplin Antidoping. Mudah-mudahan secepatnya untuk memberikan ruang para atlet yang melakukannya. Mungkin mereka bisa melakukan pembelaan melalui sampel B,”pungkas Inugroho.

muhammad ginanjar

Berita Lainnya...