Edisi 11-01-2017
Pelaku Trafficking Dibekuk


BANDUNG – Satreskrim Polres Bandung membekuk pelaku penjual anak gadis yang biasa beroperasi di Kabupaten Bandung. Pelaku bernama Neni, 35, yang sehari- hari berprofesi sebagai penjaga toilet di Alun-alun Soreang.

Pelaku mengaku awalnya iseng menawarkan anak baru gede (ABG) kepada para lelaki hidung belang. Rupanya pekerjaan itu menghasilkan uang yang lumayan sehingga dia ketagihan dan terus melakukan aksinya tersebut. Akhirnya dia pun mencari ABG yang mudah diperdayai dengan imingiming dapat uang banyak tetapi pekerjaannya mudah.

Namun aksinya akhirnya terhenti setelah dirinya ditangkap oleh petugas yang mengendus praktik terebut. Neni berdalih dirinya tidak memperjualbelikan ABG dan aksinya pun baru satu kali. “Saya baru pertama ini aja pak dan itu pun ada yang minta dicariin untuk menjadi isteri. Lalu saya carikan saja dan diberi upah Rp300.000,” sebutnya.

Kasat Reskrim Polres Bandung AKP Niko N Adi Putra mengungkapkan dari hasil penelusurannya ada banyak korban yang telah dijual oleh pelaku. Sebagian besar dari mereka masih berusia di bawah umur di antaranya SC, 14; asal Padang dan I, 17, yang berasal dari Jakarta. “Modus pelaku saat mencari korbannya yakni dengan memilah para korban dengan ciri-ciri menarik, cantik, dan masih berusia di bawah umur.

Lalu pelaku membujuknya agar mereka mau diajak bekerja bersamanya,” tutur Niko kemarin. Pelaku pun menjadikan rumah pribadinya sebagai tempat penampungan sementara sebelum para ABG itu dijual kepada lelaki hidung belang. Target sasaranya tidak hanya di sekitar kawasan Alun-alun Soreang tapi juga ke beberapa lokasi strategis lainnya yang ada di Kabupaten Bandung.

“Para korban yang berhasil diselamatkan kini sudah dititipkan di selter Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Sosial untuk menjalani pemulihan,” terangnya. Niko memprediksi pelaku masuk kedalam sindikat perdagangan orang yang diarahkan untuk prostitusi. Pasalnya jaringan pelaku cukup luas dan sudah menjalankan aksinya selama dua tahun terakhir.

“Kami masih dalami jaringannya kemana saja anak-anak yang menjadi korbannya dijual oleh pelaku,” sambungnya. Disinggung mengenai praktik penjualan ABG ini, Niko mengatakan pelaku akan dijerat dengan Pasal 2 UU No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Sementara itu Bupati Bandung Dadang M Nasher berang mendengar ada praktik perdagangan ABG untuk prostitusi di wilayahnya. Bahkan dirinya langsung memerintahkan Satpol PP Kabupaten Bandung untuk rajin melakukan pemeriksaan di beberapa titik yang diduga menjadi tempat transaksi prostitusi. “Saya berterima kasih kepada petugas Polres Bandung yang telah menangkap pelaku trafficking.

Para pelaku seperti ini harus ditangkap semua supaya tidak ada kasus prostitusi di Kabupaten Bandung,” ujar Bupati. Dadang meminta pelaku untuk dihukum seberat-beratnya karena kejahatannya tak bisa ditoleransi. Satpol PP harus melakukan penyisiran ke berbagai lokasi yang rawan digunakan oleh prostitusi terselubung.

Mulai dari tamantaman, hingga gedung perkantoran. Sebab dirinya kerap memperoleh informasi adanya lokasi prostitusi liar di Kabupaten Bandung. “Satpol PP saya minta melakukan penyisiran tempattempat seperti ini secara kontinyu. Langkah itu perlu dilakukan agar tidak ada celah sedikitpun untuk praktik prostitusi liar termasuk tidak akan pernah memberikan izin kepada tempat-tempat hiburan yang dijadikan kedok sebagai lokasi prostitusi,” tegasnya.

yugi prasetyo

Berita Lainnya...