Edisi 11-01-2017
Petani Kerang Hijau Ragukan Hasil Uji Laboratorium


CIREBON – Adu mulut mewarnai audiensi antara petani kerang hijau dengan anggota DPRD Kabupaten Cirebon, kemarin. Para petani menyangsikan hasil uji laboratorium dan mengeluhkan masih berlakunya larangan mencari kerang hijau.

Kemarin, puluhan petani kerang hijau dari Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Cirebon di Sumber. Bersama sejumlah anggota dewan, mereka beraudiensi terkait aktivitas mereka mencari kerang hijau serta hasil laboratorium yang menyebut adanya phytoplankton yang mencemari perairan tempat kerang hijau hidup.

Salah seorang perwakilan petani kerang hijau Abdul Gofur meragukan hasil uji laboratorium tersebut. Pasalnya, hasil uji laboratorium tersebut tidak disosialisasikan langsung kepada mereka. Bahkan, mereka pun mempertanyakan hasil uji laboratorium yang dikantongi Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Cirebon. “Diskanla tak punya dokumen hasil uji laboratorium asli, yang mereka bawa hanya salinan.

Kami pertanyakan itu,” ungkapnya saat audiensi. Sempat terjadi adu mulut saat para petani menanyakan dokumen asli hasil laboratorium tersebut. Dia pun menantang Diskanla mengolah kerang hijau dengan terlebih dahulu menetralkannya menggunakan air kapur. Keluhan mereka atas sikap Diskanla tersebut, salah satunya dipicu pernyataan Diskanla yang menyebutkan kerang hijau aman dikonsumsi bila dinetralkan dengan air kapur.

Selain meragukan hasil uji laboratorium, para petani kerang hijau pun mengeluhkan larangan mencari kerang hijau yang masih diberlakukan Diskanla. Apalagi, lamanya larangan itu belum bisa dipastikan waktunya. Sementara itu, Kepala Bidang Budidaya Perikanan Diskanla Kabupaten Cirebon Saiduna tak menampik perlunya pengecekan kembali air laut di sekitar area budidaya kerang hijau.

Namun, dia meyakinkan, phytoplankton sebagai penyebab keracunan terdapat di perairan Jawa. “Tapi tak bisa diprediksi kapan phytoplankton ini bisa menghilang. Makanya, untuk sementara, jangan dulu ternak kerang hijau,” tegasnya. Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Cirebon Aidin Tamim menjanjikan uji laboratorium kerang hijau bakal digelar ulang.

Dengan begitu, para nelayan diharapkan meyakini hasilnya. “Uji lab akan digelar ulang supaya nelayan percaya benarbenar dilakukan,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, plankton beracun ditemukan dalam sampel kerang hijau yang menyebabkan warga Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon keracunan setelah mengonsumsinya, pertengahan Desember 2016.

Kepastian itu diperoleh kepolisian berdasarkan hasil uji laboratorium sampel kerang hijau yang diambil pascakejadian. “Dari hasil lab, terdapat jenis plankton beracun dalam kerang hijau tersebut,” ungkap Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Galih Wardani, belum lama ini. Keberadaan plankton dalam kerang hijau diduga akibat pencemaran laut di sekitar area ternak kerang hijau.

Kerangkerang hijau yang merupakan binatang laut itu diyakini memakan plankton beracun. Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati. Sebab, kata dia, racun dalam kerang hijau tak tampak mata dan tak berasa.

erika lia

Berita Lainnya...