Edisi 11-01-2017
Polisi Perketat Sidang Kasus Klit


BANTUL– Polres dan Polsek Bantul memperketat pengamanan persidangan kasus penyerangan di jalanan atau dikenal dengan istilah klitih yang akan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Jumat (13/1).

Aparat kepolisian yang mengamankan jalannya persidangan menyiapkan personel tambahan untuk mengantisipasi ke - da tangan massa dalam per si - dangan tersebut. Kapolsek Bantul Kompol Pai m un mengatakan, sejak si - dang pertama yang digelar pe - kan lalu, pengamanan di la ku - kan gabungan antara Polsek Ban tul dengan Polres Bantul. Setidaknya setiap persidangan ada 25 sampai 30 personel yang ber tugas mengamankan. Begitu pula dalam penga - man an persidangan dengan agen da pledoi atau pembelaan, ke marin.

“Kami tetap lihat per - kembangan di lapangan, pengamanan dari Polsek dengan Pol - res,” kata Paimun, kemarin. Di singgung mengenai ke - mungkinan penambahan personel dalam agenda persidang - an putusan, menurut dia, hal itu bu kan tidak mungkin dila ku - kan. Termasuk pengamanan sa - at perpindahan terdakwa ke Lem baga Permasyarakatan (La pas) anak pascasidang pu - tusan. Sebab, persidangan kasus pe nyerangan yang sampai me - ngakibatkan jatuhnya korban ter sebut sejak awal sudah menjadi perhatian publik.

“Pe nga - man an tetap kami perketat,” ungkapnya. Sementara itu, Kasi Tindak Pi dana Umum Kejaksaan Ne ge - ri (Kejari) Bantul Khalid Sardi Ha tapayo menyampaikan, se - pu luh terdakwa yang masih ber - status pelajar dalam persi - danga n yang mengagendakan pem bacaan tuntutan pada Se - nin (9/1) lalu dituntut berva ria - tif sesuai peran masing-masing. Dua terdakwa masing-ma - sing berinisial Ke dan Em dituntut paling berat yakni enam ta - hun penjara. Dalam kasus itu, ke dua terdakwa merupakan otak penyerangan dan ikut me - la kukan pembacokan sehingga me nyebabkan Adnan Wirawan Ar dianto, pelajar SMA Mu ham - ma diyah I Yogyakarta terluka.

Se dangkan Em melakukan pe - nu sukan hingga mengakibat - kan korban tewas. Satu terdakwa berinisial Pa dituntut lima tahun penjara dengan peran melakukan pembacokan dan korban mengalami luka cukup berat. Sedang, tujuh terdakwa lain yakni Rob, Ste, Dwi, Ma, Ne, Ca, dan De masing-masing dituntut empat tahun karena turut serta dalam aksi itu meski tidak melakukan apa-apa. Adapun sidang dengan agen da pembacaan putusan di - ren canakan pada Jumat (13/1) mendatang.

“Nanti setelah pu - tus an, mereka akan dibawa ke lapas anak di Wonosari. Saat ini pe nahanannya di Rutan Pa jang - an,” ucapnya. Dalam kasus penyerangan itu, sepuluh orang pelajar tersebut didakwa Pasal 80 ayat 3 juncto Pasal 76c Undang-Undang No mor 35 Tahun 2014 tentang Pe rubahan atas Undang-Un - dang Nomor 23 Tahun 2002 ten tang Perlindungan Anak dan Pasal 170 KUHP tentang Pe nganiayaan. Ancaman pasal perlindung - an anak itu pun bisa sampai 15 ta hun penjara. Namun, dalam ka sus itu ada ketentuan khusus da lam perlindungan anak se - hingga tuntutan maksimal se - te ngah dari pasal maksimal.

“Ada faktor meringankan,” katanya. Dalam kasus itu, lanjut dia, Pasal 170 KUHP dalam tuntut - an jaksa tidak diterapkan karena ketentuan undang-undang perlindungan anak mengenai penganiayaan berlaku lex specialis. Sebagaimana diketahui, ka - sus penyerangan di Jalan Imo - giri-Panggang, Dusun Lan teng, Selopamioro, Imogiri pa da Senin 12 Desember 2016 itu ter jadi saat korban, Adnan, ber - sa ma rekan-rekannya pulang ber wisata dari Pantai Ngan - dong, Gunungkidul.

Muji barnugroho

Berita Lainnya...