Edisi 11-01-2017
Tembok Dicoret, Pelajar Bacok Siswa Sekolah Lain


Anggota Polsek Pakem menunjukkan barang bukti berupa celurit, stik besi dan rantai besi yang diamankan dari pelaku pembacokan di kawasan Candibinangun, Pakem.

SLEMAN –Aksi kekerasan pelajar di jalanan kembali terjadi di wilayah Sleman. Kali ini, terjadi di daerah Pakem dengan kor ban berinisial RPR, 17, seorang siswa sekolah swasta di daerah Pakem.

Sementara pe - la kunya adalah rombongan sis - wa dari sebuah sekolah swasta di daerah Turi, Sleman. Kapolsek Pakem Kompol Su - daryanto mengatakan, hing ga kemarin siang tercatat ada delapan orang pelajar yang ma sih menjalani proses pemerik saan dari kejadian tersebut. “Ada de - lapan yang kami periksa. Belum ada tersangka dalam kasus ini, masih kami periksa se mua. Se - muanya berasal dari sa tu sekolah,” katanya, ke ma rin.

Dari pemeriksaan yang di la - ku kan, aksi kekerasan tersebut ber awal dari rasa amarah para pe laku melihat tembok din ding sekolah yang menjadi korban corat-coret atau vandalis me. Rasa amarah tersebut diluapkan dengan berkonvoi meng - gu nakan sepeda motor. Di lokasi tempat kejadian, para pe - laku berpapasan dengan kor - ban yang juga pulang sekolah dengan beberapa temannya. Korban dibacok setelah ber - henti karena merasa dipanggil oleh para pelaku. Sementara pa ra pelaku tanpa alasan yang jelas langsung mengeroyok hing ga korban mengalami luka ba cok di tangan bagian kanan.

Usai beraksi, para pelaku langsung berpencar dan dikejar oleh sejumlah warga. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan tiga senjata yakni celurit, satu stik besi, dan satu rantai besi. Petugas ju - ga masih mengamankan empat unit sepeda motor yang digu na - kan para pelaku saat mela ku kan konvoi dan pengeroyokan di lokasi kejadian di kawasan Can - dibinangun, Pakem Sle man. “Sesaat setelah kejadian, kami dibantu warga mencari pa ra pelaku yang menyebar ka - bur untuk menyelamatkan di - ri. Total ada 19 anak yang kami amankan. Namun dari peme - rik saan, 11 di antaranya tidak terlibat di TKP dan hanya delapan yang ada di TKP saat pembacokan terjadi,” kata Kanit Res krim Polsek Ngaglik Iptu Nasrudin.

Delapan siswa yang saat ini masih diperiksa di Mapolsek Pakem adalah, IAP, Rns, TSS, YHS, Mrs, KDN, GNB, dan ATA. Para pelajar tersebut berusia antara 16 dan 17 tahun dan saat ini tercatat sebagai siswa di salah satu SMA negeri di Turi. Karena masih berstatus pelajar di ba - wah umur, pemeriksaan terha - dap para tersangka didampingi oleh Bapas dan orang tua.

Hingga kemarin, penyidik Polsek Pakem masih belum bisa memutuskan siapa pelaku pem bacokan tersebut. Saat ini ke delapan siswa tersebut ma - sih diperiksa dan nantinya akan dititipkan di BPRSR Yogyakarta yang berada di Tridadi, Sleman.

Maha deva

Berita Lainnya...