Edisi 11-01-2017
Berangkat Sekolah Pakai Motor, 20 Pelajar Dirazia


KULONPROGO – Puluhan pelajar Kulonprogo yang hendak berangkat ke sekolah terjaring razia yang dilakukan oleh Polsek Pengasih, kemarin.

Mereka ditilang karena tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) saat kedapatan mengendarai sepeda motor. Ironisnya beberapa yang terjaring masih di bawah umur, bahkan baru duduk di bangku SMP. Razia dilakukan oleh petugas Polsek Pengasih di Perempatan Pengasih. Begitu para pelajar berhenti di lampu merah, petugas langsung meminta untuk meminggirkan kendaraannya dan mengeluarkan surat kelengkapan berkendaraan. “Razia ini untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran lalu lintas,” ujar Kompol Kuswanto, Kapolsek Pengasih, kemarin. Sejumlah pelajar yang terjaring hanya bisa pasrah.

Maksud hati ingin berangkat pagi ke sekolah, tapi mereka malah terjaring razia. Para pelajar yang tidak bisa menunjukkan surat kendaraan, termasuk SIM, langsung ditilang. Setidaknya ada 20 yang terjaring dan disita STNK-nya sebagai barang bukti. “Semuanya ada 20 pelajar yang terjaring,” sebut Kapolsek.

Salah seorang pelajar, Fani Primasari mengaku memang belum memiliki SIM. Pelajar SMK muhammadiyah Wates ini terpaksa berangkat menggunakan sepeda motor, karena tidak ada angkutan umum. Dari rumahnya di Sendangsari, Pengasih, hanya ada satu dua angkutan. Itu pun selalu penuh dan jamnya tidak bisa dipastikan. “Saya belum punya SIM, besok mau cari (mau buat),” janjinya.

Kuntadi

Berita Lainnya...