Edisi 11-01-2017
Bidik Bio


PALEMBANG - Manajemen Sriwijaya FC (SFC) dikabarkan tengah memburu pemain naturalisasi asal Kamerun Bio Paulin Pierre untuk mengisi posisi lini belakang Laskar Wong Kito julukan SFC untuk musim ini.

Meski aaat ini, pria kelahiran Nanga Eboko, Haute-Sana ga, Provinsi Tengah, Kamerun, 15 April 1984 itu, masih tercatat sebagai pemain belakang Persipura Jayapura. Diprediksi, ini sebagai dampak dari regulasi anyar P SSI yang hanya memperbolehkan seluruh klub peserta Liga Super Indonesia (L SI) 2017 nanti untuk memasang paling banyak tiga pemain asing, dengan rincian dua pemain boleh berasal dari negara manapun, dan satu pemain asing lainnya haruslah berasal dari negara di Asia .

Itu tentu membuat SFC harus melepas satu legiun asing yang tengah memperkuat Laskar Wong Kito saat ini, diperkirakan adalah Mauricio Leal dan menggantinya dengan opsi mendatangkan pemain sepadan berstatus naturalisasi. Sebab berdasarkan kabar, Bio Paulin yang berusia 32 tahun itu saat ini, memang tengah mencari klub anyar di kompetisi LSI 2017. Meski dikabarkan pula, Bio sempat menjalin komunikasi dengan manajemen PSM Makassar, namun hasilnya masih alot sebab -Juku Ej a- julukan PSM Makassar harus bisa memenuhi permintaan kontrak yang mencapai Rp1,5 miliar.

Selain Bio, Laskar Wong Kito juga telah meny iapkan opsi kedua apabila PSM Makassar tetap ngotot menginginkan Bio Paulin. Dengan berupaya untuk menggaet talenta sepakbola tanah air hasil naturalisasi lainnya, yaitu Raphael Maitimo yang juga pernah memperkuat skuat SFC sebelumnya. Kendati Raphael Guillermo Eduardo Maitimo nama lengkap Maitimo adalah gelandang bertahan, namun manajemen berpendapat ia merupakan kategori pemain serba bisa, yang dipastikan mampu memperkokoh lini belakang. Pemain naturalisasi asal B elanda itu, pernah memperkuat Laskar Wong Kito pada era kepelatihan Benny ”Bendol” Dollo.

Karena kompetisi QNB-League 2015 terhenti kala itu SFC melepas pemain asing Goran Ljubojevic asal Kroasia, termasuk Maitimo kala itu. Sekretar is Tim SFC Achmad Haris yang tengah berburu pemain saat dimintai konfirmasi terkait kebenaran hal ini, seperti biasa masih menolak memberikan komentar soal perburuan pemain tersebut. Kendati ia membenarkan tengah mencari pemain lini belakang apabila benar regulasi 2+1 nantinya diresmikan sebagai regulasi resmi PSSI dalam manual liga .

”Memang semua regulasi masih wancana atau gambaran yang akan dibahas ser ta dipastikan. Tentunya kami mulai sekarang harus bersiap-siap mencar i solusinya, khususnya pada lini belakang ,” ujarnya. Meski tidak membenarkan, Haris juga tidak membantah, jika pihaknya memang tergiur pemain asing rasa lokal. Sebab, itulah salah satu solusi terbaik untuk mensiasati re gulasi 2+1 yang dikhawatirkan akan mengganjal per forma klub di kompetisi nantinya. ”K ami belum bisa bicara karena semuanya akan diumumkan secara resmi. Itu semua kesepakatan manajemen dan instr uksi presiden klub,” pungkasnya .

Sementara itu, Perserikatan Sepakbola Seluruh Indonesia (P S SI) memiliki beberapa wacana regulasi yang dirasa bisa mengancam format tim mengarungi kompetisi nanti. Salah satu regulasi terbaru yang dirasa cukup bombastis adalah terkait umur. K lub atau tim dilarang memasang para pemain apabila sudah ber umur 35 tahun keatas. Tentunya banyak klub harus kembali merombak formasi. ”Memang benar tapi masih diperbolehkan minimal 2 orang. Ar tinya Alberto Gonzales dan Hilton masih bisa bermain. Nah sisanya tentunya kami harus mencari pemain dibawah umur 35 tahun,” kata Sekretaris PT S OM Faisal Mursyid dibincangi di Official Store and Cafe SFC kompleks PS Mall Palembang , kemarin.

Dilanjutkannya, selain regulasi itu PSSI juga menambahkan beberapa tawaran lain. Yakni, setiap klub wa jib memiliki lima pemain muda U -23 (wa jib dimainkan tiga orang dalam setiap laga), memangkas penggunaan pemain asing dengan meng gunakan 2+1 (2 bebas dan 1 Asia). Menurut pria asal Padang ini, mana jemen SFC telah memperhitungkan persoalan regulasi. Makanya manajemen menutup rapat-rapat pemain rekr utan dikarenakan banyaknya pemain SFC khususnya berstatus gaek yang akan diganti. Sedangkan SFC juga memiliki pemain muda bersinar dirasa mampu menjadi solusi di kompetisi nanti.

”Saya rasa maksud PSSI sekarang ing in meningkatkan pembinaan a gar pemain muda mendapatkan banyak kesempatan. Juga bertujuan untuk meminimalisasi jumlah pemain asing,” ungkapnya.

Muhammad moeslim



Berita Lainnya...