Edisi 11-01-2017
Jangan Bentrok Seperti di Medan


PALEMBANG– Pembebasan lahan di area pembangunan fly over (FO) Simpang Tanjung Api-Api hingga kini belum tuntas.

Danlanud Palembang Kolonel PNB Ronald Lucas Siregar berharap masalah ini tidak ber larut dan berujung bentrok seperti di Medan. Komandan Pangkalan TNI Ang kat - an Udara (Danlanud), Kolonel PNB Ronald Lucas Siregar membe nar - kan, di lahan yang panjangnya men - capai500meterpersegiuntuk fly over terdapat 16persilyangma sihber ma - salah. Bahkan, dua di antaranya di - klaim warga yang merasa memiliki su rat kepemilikan resmi berupa ser - tifikat, padahal itu tanah milik TNI.

Dia menjelaskan, sejarah kepe - milikan tanah Lanud bermula pada tahun 1949 ketika Pemerintah Be - lan da memberikan tanah tersebut kepada Lanud. Selanjutnya pada ta - hun1950-an, tanahyangluasnyamen - capai 720 Hektar (ha) tersebut di ma - sukkan ke dalam inventaris negara. “Luas keseluruhan 720 ha, yang batasnya dari Simpang Bandara sampai Simpang Kades, samping RM Sederhana Lintau, Letjend Ha - run Sohar, hingga sampai bagian utara Bandara SMB II,”urai Ronald dibincangi usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Palembang, kemarin.

Ia melanjutkan, karena lahan di ka wasan tersebut kosong, sehing - ga pada saat itu, diinstruksikan ke - pada beberapa anggota untuk men - jaga kawasan tersebut. Namun, ter - nyata wewenang tersebut disalah - gunakan, sehingga tanah pun di - jual belikan kepada warga hingga ak hirnya terbit dua sertifikat. “Jadi se benarnya, dua sertifikat yang ter - bit di tahun 1970 itu, landasan pem - buatannya tidak kuat, hanya peng - akuan saja. Sementara yang lain - nya, itu dijual di bawah tangan. Lo - gika saja ya, pada tahun itu, siapa yang mau tinggal di sana,” tegas dia.

Ronald mengatakan, selama ini warga yang tinggal di kawasan ter - sebut tak pernah dipungut biaya. Ha nya saja, ia kecewa setelah diper - si lakan menumpang di kawasan ter sebut, beberapa warga malah hen dak mengakui tanah tersebut sebagai milik mereka. Karenanya, pihaknya akan menda tangi pihak Badan Pertahan an Nasional (BPN) untuk meminta pemba talan ser ti - fikat terse but. “Kami harap Pem kot Palembang bisa me nyam pai kan kepada warga bersangkutan mana yang benar, ter masuk pembe ri an da na kerohiman. Inti nya ja ngan sampai terjadi bentrok masa lah lahan se perti di Medan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dae - rah (Sekda) Kota Palembang, Ha ro - bin Mastofa mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menjajaki masalah sengketa lahan di sim - pang TAA ini. Pemkot sejauh ini belum mengambil alih wewe - nang karena masalah ini me - nyang kut banyak pihak. “Kita belum mengambil alih masalah itu. Kita sosialisasikan dahulu, ma - na-mana milik masya ra - kat dan Danlanud,” ujarnya.

Dia memasti - kan, akan dicari ja - lan keluar yang ti - dak merugikan ke pentingan umum. “Kita tidak ingin merugikan masyarakat, karena ini kan pem - bangunan jalan yang akan dilin - tasi oleh banyak orang. Tapi yang pasti, kita akan ganti bangunan, dan tanam tumbuhnya terlebih dahulu. Itu yang pasti,” tegasnya seraya menambahkan termasuk kemungkinan dana kerohiman segera dianggarkan.

Yulia savitri

Berita Lainnya...