Edisi 11-01-2017
Kelima Tersangka Dijerat Pasal Kombinasi Alternatif Subsider


PALEMBANG - Kasus dugaan suap perizinan sejumlah proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin yang menyeret Bupati Banyuasin non aktif, Yan Anton Ferdian, dan keempat tersangka lain yakni Kepala Di nas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Umar Usman, Kas u bag Rumah Tangga Kabupaten Banyuasin Rustami, Kasi PMPTK Pen - di dikan Kabupaten Banyuasin Sutaryo dan warga sipil Kirman, tak lama lagi akan disidangkan.

Pengadilan Nege ri (PN) Palem - bang telah meneri ma pelimpahan berkas dari jaksa. “Kita sudah menerima ber kas kelima tersangka. Selanjutnya akan dipelajari dan segera kita sidangkan,” ungkap Humas PN Palembang, Saiman, kemarin. Bahkan, kata Saiman, dalam berkas tersebut kelimanya di an - cam dengan jeratan pasal kom - binasi alternatif subsider. “Kelima tersangka di ke na - kan pasal 5, pasal 12 huruf a, pa - sal 2 huruf b, pasal 11 atau pasal 12 B, pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, de ngan ancaman 15 tahun pen - ja ra,” jelasnya.

Diketahui, berkas dakwaan kelima tersangka diserahkan langsung oleh beberapa petugas Komisi Pemberantasan Ko rup - si (KPK) yang terdiri dari dua Jak sa Penuntut Umum (JPU) dan satu orang administrasi. Pantauan dilapangan, pe-tu - gas KPK tersebut tiba digedung Pengadilan Negeri Palembang sekitar pukul 12.30 WIB, dengan mengunakan mobil To yo - ta Innova BG 1158 ZF warna silver. Saat itu, mereka membawa tiga koper berukuran besar warna biru dan abu-abu, serta satu koper kecil warna merah. Tiba di PN Palembang, rombongan KPK langsung menuju ruangan Panitera Muda Tipikor Pe-nga - dilan Negeri Palembang, Cecep Su drajat.

Kemudian, satu per - sa tu isi tas yang berisi dokumen berkas perkara berwarna putih dikeluarkan untuk diserahkan ke majelis. JPU KPK, Roy Ryadi membenarkan kedatangan mereka ke Pengadilan Negeri Palem - bang untuk melimpahkan ber - kas kelima tersangka. “Hari ini (kemarin) kita me - limpahkan berkas 5 terdakwa. Untuk berkas Rustami dan Kir - man, kita gabungkan jadi satu,” kata Roy. Setelah pelimpahan berkas ini, JPU masih akan menunggu jadwal sidang dari hakim. “B e - lum tahu kapan. Masih di pel a ja - ri hakim. Kita tinggal me nung - gu waktu untuk persidangan,” tukasnya.

Adi haryanto

Berita Lainnya...