Edisi 11-01-2017
Besok, 700 Pejabat Baru Pemkab Klaten Dilantik


KLATEN – Pengukuhan pejabat untuk pengisian organisasi perangkat daerah (OPD) bakal dilaksanakan pada Kamis (12/1).

Kepastian jadwal pengukuhan disampaikan Sekda Klaten Jaka Sawaldi setelah mendapat informasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sawaldi mengatakan, pimpinan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sudah diminta berangkat ke Jakarta terkait rencana pengukuhan besok Kamis. BKD telah bertolak ke ibu kota pada Selasa (10/1) pagi.

“Rencana pengukuhan (besok) Kamis. BKD ini sudah ke Jakarta. Nanti hasilnya seperti apa, kami akan laporan dulu ke Pelaksana Tugas (Plt) Bupati,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Kompleks Pemkab Klaten kemarin. Dia menjelaskan, sebelumnya Kemendagri sempat memberikan arahan khusus kepada Pemkab Klaten terkait rencana pengukuhan. Arahan disampaikan kepada Sekda, BKD, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Klaten, Kepala Bagian Hukum, dan Kepala Bagian Organisasi.

Sawaldi menegaskan, tidak promosi pejabat dalam pengukuhan besok. Pejabat yang dikukuhkan hanya pejabat yang sudah menempati posisinya. “Kalau sudah dikukuhkan, mana (posisi) yang kosong, nanti ditempatkan Plt. Sesuai dengan kami, istilahnya kami tidak akan ada promosi pada pengukuhan kali ini. Jadi, hanya pejabat yang sudah ada (dan dikukuhkan),” katanya. Menurut Sawaldi, persiapan untuk pengukuhan pejabat cukup dilakukan sehari setelah menerima izin dari Kemendagri.

Persiapan mencakup surat keputusan (SK) pengukuhan dan daftar tamu undangan. Lokasi pengukuhan di Pendopo Pemkab Klaten, bahkan sudah siap sejak jauh-jauh hari. Dekor tenda berwarna merah dan putih masih terpasang rapi di bagian luar pendopo. Sementara kursi lipat untuk tamu undangan mulai didatangkan kemarin pagi. Tenda tersebut sudah terpasang sejak 29 Desember 2016 karena semula pelantikan dan pengukuhan dijadwalkan pada 30 Desember 2016.

Pengukuhan batal dilaksanakan lantaran Bupati Klaten Sri Hartini diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT). Sejak OTT Bupati itu lah dekor tenda di Pendopo Pemkab dibiarkan begitu saja hingga kemarin siang. Disinggung mengenai besaran tarif jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Klaten yang dikeluarkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Sawaldi mengaku tidak tahumenahu. Apalagi saat dirinya mengikuti lelang jabatan dilakukan oleh panitia seleksi (pansel) secara terbuka.

“Yang buat (tarif) siapa? Yang tahu ya yang buat. Kalau saya kan enggak tahu. Dulu saya ujian saja ditungguin, terbuka,” katanya. Sebelumnya diberitakan, Pemkab Klaten telah mengajukan draf jumlah pejabat yang akan dikukuhkan sejak Jumat (6/1). Asisten Bidang Administrasi Setda Klaten Sri Winoto mengemukakan, jumlah pejabat yang akan dikukuhkan menyusut dari jumlah awal sebanyak 803 orang.

“Sekitar 600-700 pejabat yang akan dikukuhkan. Karena hanya pejabat yang sudah menempati posisi. Kalau dulu, rencana melantik sekitar 800 itu termasuk yang promosi jabatan,” ucapnya.

Endah budi karyati






Berita Lainnya...