Edisi 11-01-2017
Cegah Kanker Usus Besar


Kendati merupakan kanker paling umum yang ditemukan pada pria maupun wanita, dengan melakukan segenap faktor pencegahan, kanker usus besar nyatanya dapat dihindari. Bagaimana caranya?

Berdasarkan data WHO 2012, diperkirakan terdapat 14 juta kasus kanker baru yang muncul dan 8,2 juta kematian karena kanker di penjuru dunia. Kanker usus besar berada di peringkat ketiga dunia dengan 1,4 juta kasus yang muncul secara global. Kanker ini juga paling umum terjadi pada pria dan wanita. Nyatanya, kanker sebagai salah satu penyakit tidak menular (PTM) bukan tidak mungkin dapat dihindari.

Termasuk kanker usus besar yang sebenarnya dapat dicegah. Dr Ibrahim Basir SpB-KBD dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia Jakarta Raya (Ikabdi Jaya) mengatakan, ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain melakukan pemeriksaan teratur. Ini merupakan salah satu upaya terkuat untuk menghindari kanker usus besar.

“Sebab, sel-sel abnormal yang tumbuh menjadi polip di usus besar atau rektum membutuhkan waktu 10-15 tahun untuk berubah menjadi kanker,” kata dr Ibrahim. Kegiatan pemeriksaan secara teratur memungkinkan polip terdeteksi dan diangkat sebelum menjadi kanker. Kolonoskopi merupakan tes yang paling akurat dengan memasukkan pipa/selang elastis yang panjang dan kecil ke rektum (ujung saluran pencernaan) sehingga dokter bisa melihat keseluruhan usus besar.

Kemudian, mengambil polip dan contoh jaringan untuk dilakukan biopsi. Faktor genetik juga harus menjadi perhatian. Apabila ada keluarga yang mempunyai riwayat polip dan kanker usus besar, segera berkonsultasi ke dokter. Hal yang juga menjadi prioritas adalah menjalani pola hidup sehat. Perhatikan konsumsi makanan dan aktivitas fisik setiap hari.

Usahakan perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan berserat. Sebaiknya hindari konsumsi daging merah dan daging olahan, termasuk konsumsi alkohol yang berlebihan. Lakukanlah olahraga teratur minimal 30 menit setiap harinya. Pertahankan berat badan ideal agar Anda tidak mengalami obesitas atau kegemukan.

Kanker usus besar adalah kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum. Kedua bagian tersebut merupakan bagian sistem pencernaan yang memproses makanan yang kita makan dan membuang sisa makanan dari tubuh. Kebanyakan kanker usus besar memiliki masa perkembangan yang lambat dari tahun ke tahun.

Diawali dengan munculnya jaringan atau tumor yang awalnya merupakan jenis polip nonkanker pada permukaan usus besar atau rektum. Polip adalah tumor yang bersifat nonkanker dan jinak. Pada kondisi tertentu, polip berpotensi menjadi kanker bila bersifat malignant (ganas).

Apabila polip berubah menjadi kanker, sel tersebut akan berangsur tumbuh di dinding usus besar atau rektum dan membentuk pembuluh atau plasma darah. Ketika sudah masuk ke tahap ini, sel kanker dapat menyebar ke organ lainnya, seperti hati. Penyebaran kanker ke organ yang lain disebut metastasis. Beberapa jenis kanker dapat tumbuh pada usus besar dan rektum. Akan tetapi, 95% merupakan jenis Adenocarcinoma, yaitu kanker yang berasal dari sel-sel yang memproduksi lendir dan cairan lainnya.

Gejala Kanker Usus

Kanker usus besar sering tidak bergejala pada stadium awal. Makanya, pemeriksaan berkala dipandang krusial guna menghindari deteksi yang terlam - bat. Perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit) tanpa sebab jelas dan berlangsung selama beberapa hari, perut masih penuh usai BAB, penda - rahan pada usus besar, ada darah pada feses saat BAB, rasa nyeri pada perut, rasa lemah atau lelah dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas adalah beberapa gejala kanker jenis ini.

Sementara itu, dr Niken Wastu Palupi MKM, Kepala Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, menerangkan, saat ini penyakit tidak menular, termasuk kanker, menjadi masalah kesehatan utama di dunia dan di Indonesia.

Secara nasional, prevalensi penyakit kanker di Indonesia pada 2013 adalah 1,4 per 1.000 penduduk atau sekitar 330.000 jiwa. Kanker usus besar merupakan jenis kanker ketiga terbanyak di Indonesia. “Jumlah ini diperkirakan akan semakin meningkat, seiring perubahan pola hidup penduduk Indonesia,” ungkapnya.

Pemerintah sendiri giat melakukan berbagai rangkaian upaya promotif dan preventif kanker usus besar, yang dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan untuk mempercepat penurunan angka kesakitan dan kematian akibat kanker tersebut di Tanah Air.

sri noviarni

Berita Lainnya...